Ford memiliki lini produk double cabin paling performa tinggi di Indonesia yakni Ranger Raptor 3.0 V6. Kebetulan di IIMS 2026, ada unit tesnya, membuat saya penasaran seperti apa rasanya bawa kendaraan tersebut. Saat awal pertama melihat mobilnya, dimensi dari Ranger Raptor yang besar saya rasa sangat intimidatif. Kap mesin tinggi, bak yang panjang, memberikan tampilan yang gagah saat digunakan di jalan raya. Pada bagian kabin, Ranger Raptor langsung memancarkan aura sporty. Aksen oranye khas Raptor tersebar di beberapa bagian interior, mempertegas identitasnya sebagai varian performa tinggi. Test Drive Ford Ranger Raptor 3.0 V6 di IIMS 2026 Bangku dibalut bahan kulit dengan pengaturan elektrik, memudahkan mencari posisi duduk ideal. Setir juga sudah bisa diatur tilt dan telescopic, sehingga posisi mengemudi terasa pas untuk berbagai postur tubuh. Duduk di balik kemudi, kesan commanding langsung terasa karena posisi berkendara yang tinggi. Visibilitas ke depan luas, tapi tetap ada blind spot, terutama saat melewati rintangan cone di area test drive IIMS 2026. Untungnya ketika sensor mendeteksi mobil hampir mengenai objek tersebut, kamera 360 derajat langsung aktif. Jadi sangat membantu pengemudi untuk manuver di ruang yang terbatas. Test Drive Ford Ranger Raptor 3.0 V6 di IIMS 2026 Dari sisi performa, Ranger Raptor mengandalkan mesin 3.000 cc V6 yang menghasilkan tenaga sekitar 397 PS dan torsi 583 Nm. Tenaga tersebut disalurkan lewat transmisi otomatis 10 percepatan dan sistem penggerak empat roda (4x4). Ranger Raptor memiliki banyak mode berkendara, namun di area test drive yang terbatas hanya mode Normal dan Sport yang saya coba. Pada mode Normal, respons pedal gas sudah terasa sigap dan halus, cukup untuk memberi gambaran karakter mesin yang bertenaga. Ketika dipindahkan ke mode Sport, karakter berubah lebih agresif dengan respons lebih spontan. Suara knalpot pun terdengar lebih keras, menambah sensasi berkendara yang lebih seru. Test Drive Ford Ranger Raptor 3.0 V6 di IIMS 2026 Soal suspensi memang belum bisa dibahas mendalam karena lintasan relatif singkat. Mengingat Ranger Raptor dilengkapi suspensi Fox performa tinggi yang biasa digunakan untuk balapan di trek off-road. Meski begitu, saat melibas permukaan coneblock yang tidak rata serta speed bump, bantingan terasa stabil dan mampu meredam guncangan dengan baik. Memiliki banderol Rp 1,4 miliar, saya rasa Ranger Raptor varian tertinggi ini bisa menjawab para penyuka off-road, terutama speed off-road. Performa mumpuni, spesifikasi kaki-kaki juga sanggup menghadapi berbagai rintangan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang