Ford RMA Indonesia mulai memperkuat langkahnya untuk kembali menggarap pasar fleet di Indonesia. Segmen yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu kekuatan Ford tersebut kini kembali dibidik seiring semakin lengkapnya ekosistem bisnis yang dimiliki RMA Group. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Ford memperluas pasar, tidak hanya mengandalkan penjualan ritel, tetapi juga menyasar perusahaan-perusahaan yang membutuhkan kendaraan operasional dalam jumlah besar, terutama di sektor pertambangan, perkebunan, hingga industri lainnya. Bidik Kembali Segmen Fleet Roelof Lamberts, Direktur Regional RMA Indonesia, mengatakan, pihaknya sedang melakukan banyak upaya untuk kembali memasuki bisnis fleet, yang dulunya didominasi oleh Ford. Test Drive Ford Ranger Raptor 3.0 V6 di IIMS 2026 "Saya pikir kami memiliki proposisi produk yang sangat baik untuk pelanggan. Hanya saja di masa lalu kami belum terlalu aktif dalam menjual kepada pelanggan tersebut," ujar Roelof, kepada wartawan, saat ditemui di Bogor, Rabu (16/7/2026). Menurut dia, minat dari para pelanggan fleet sebenarnya sudah mulai terlihat. Sejumlah perusahaan bahkan telah menghubungi Ford untuk menjajaki penggunaan kendaraan operasional di berbagai sektor industri. "Tetapi, kami tahu bahwa mereka ada di luar sana, mereka bertanya kepada kami, bisakah kami melakukan uji coba kendaraan Anda, bisakah kami menggunakan kendaraan tersebut di tambang atau di perkebunan," kata Roelof. Ford Ranger WIldtrak, diklaim jadi Double Cabin favorit di Kalimantan Andalkan Sinergi Perusahaan di Bawah RMA Roelof menjelaskan, salah satu kekuatan yang kini dimiliki RMA Indonesia adalah ekosistem bisnis yang saling melengkapi. Selain menghadirkan produk Ford, grup RMA juga memiliki perusahaan pembiayaan hingga penyedia suku cadang yang dapat mendukung kebutuhan pelanggan fleet secara menyeluruh. "Dan kami memiliki platform yang sangat menarik bagi pelanggan. Kami memiliki beberapa perusahaan di bawah RMA, kami memiliki AVIS untuk leasing. Kami memiliki Jasana Prima yang memasok suku cadang untuk bisnis pertambangan, dan kami memiliki Ford," ujar Roelof. Ford Ranger Platinum Kombinasi tersebut diyakini mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan kendaraan operasional dengan dukungan pembiayaan, layanan purnajual, serta ketersediaan suku cadang. "Jadi, jika Anda menggabungkan ketiga perusahaan tersebut, mereka dapat membuat penawaran yang luar biasa untuk pelanggan pertambangan. Dan kami sedang mengerjakan daftar panjang prospek dan kesepakatan, jadi saya pikir kami akan kembali ke segmen tersebut," kata Roelof. Ford Ranger Platinum Langkah ini juga sejalan dengan strategi Ford RMA Indonesia yang belum lama ini memperkenalkan lini kendaraan bermesin diesel V6 3.0 liter, seperti Ranger Platinum, Ranger Wildtrak V6, dan Everest Platinum. Model-model tersebut dinilai memiliki karakter yang sesuai untuk kebutuhan operasional di sektor pertambangan maupun perkebunan yang membutuhkan kendaraan tangguh dengan performa tinggi.