Bos tim MotoGP Yamaha, Massimo Meregalli, mengakui bahwa pengembangan motor bermesin V4 tidak semudah yang dibayangkan pada musim 2026. Pabrikan asal Jepang itu kini menjalani musim pertamanya di era modern MotoGP dengan mesin V4, meninggalkan konfigurasi inline-four yang sebelumnya digunakan. Langkah ini diambil agar Yamaha bisa kembali bersaing di papan atas, menyusul tren mayoritas tim yang sudah lebih dulu memakai mesin V4. Pebalap Monster Energy Yamaha MotoGP Prancis Fabio Quartararo (tengah) bersiap untuk balapan pada sesi latihan bebas hari ke-2 di Sirkuit Internasional Mandalika di Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Sabtu (19/3/2022). Namun, awal musim 2026 berjalan cukup berat. Yamaha baru mengumpulkan 14 poin dalam empat seri pembuka, jauh di bawah capaian 42 poin pada periode yang sama musim lalu. Performa yang belum kompetitif juga berdampak pada komposisi pebalap. Fabio Quartararo dipastikan hengkang ke Honda, sementara Yamaha telah mengamankan jasa Jorge Martín dan Ai Ogura untuk musim 2027. Kekecewaan Quartararo sempat terlihat pada seri Grand Prix Spanyol. Ia menyoroti minimnya progres pengembangan motor V4 setelah finis dengan selisih hingga 30 detik dari pimpinan lomba. Meregalli pun mengakui Yamaha menghadapi tantangan yang tidak sepenuhnya terprediksi dalam proses pengembangan tersebut. “Sejujurnya kami tahu ini tidak akan mudah, tetapi saya pikir prosesnya bisa sedikit lebih ringan,” ujar Meregalli dikutip Crash, Minggu (3/5/2026). “Sayangnya, kami menemui jalur pengembangan yang tidak sepenuhnya kami perkirakan, sehingga sedikit memperlambat progres.” Fabio Quartararo saat sesi tes resmi di Sirkuit Buriram Meski begitu, ia menegaskan tim tetap bekerja maksimal untuk mempercepat pengembangan motor. “Tim terus mendorong semaksimal mungkin. Suasana di dalam tim juga tetap positif. Setiap ada komponen baru, itu memberi dorongan tambahan,” katanya. Ia menambahkan, sejak awal Yamaha memang sudah memprediksi paruh pertama musim akan berjalan sulit. “Kami percaya pada paruh kedua musim, hasilnya bisa mulai berbeda. Saat ini kami masih di tahap awal, dan sejauh ini masih sesuai dengan ekspektasi awal,” ucapnya KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang