Paku yang menancap pada ban tubeless sebaiknya tidak langsung dicabut karena memiliki fungsi sementara sebagai penutup lubang. Saat paku masih berada di dalam ban, udara di dalamnya tidak langsung keluar. Hal ini terjadi karena paku bertindak seperti “sumbat” yang menahan tekanan angin. Akibatnya, ban tetap terlihat normal meskipun sebenarnya sudah tertusuk benda tajam. Ini menjadi kesempatan pengendara untuk membawa kendaraan ke bengkel atau tambal ban. Sigit, mekanik bengkel tambal ban Nitrogen Cawas, Klaten mengatakan paku yang tertancap di ban tubeless sebaiknya tidak dicabut secara tiba-tiba. “Lubang pada ban akan terbuka sepenuhnya ketika paku dicabut, kondisi ini dapat menyebabkan udara keluar dengan cepat, bahkan mendadak,” ucap Sigit kepada KOMPAS.com, Selasa (7/4/2026). Kebocoran mendadak sangat berbahaya, hal ini akan membuat ban tubeless terlepas dari pelek ketika kendaraan terus dipaksakan jalan dengan perlahan. Bagian dalam ban tubeless lebih kasar “Bila masih ada tekanan udara, meski sedikit, kendaraan tetap aman jalan perlahan menuju bengkel terdekat, tapi bila tak ada sama sekali bisa terlepas,” ucap Sigit. Kondisi tersebut cenderung membuat ban mudah berubah bentuk. Sehingga, ban akan sulit kembali ke posisi semula. Ban tubeless memang dirancang tidak langsung kempes saat tertusuk benda tajam. Namun, bukan berarti kerusakan tersebut bisa diabaikan begitu saja. Penanganan ban tubeless yang tertusuk paku harus dilakukan dengan metode khusus. Umumnya menggunakan teknik tambal plug atau yang dikenal sebagai tambal cacing. Jika paku dicabut sembarangan, lubang bisa melebar atau bahkan merusak struktur ban. Hal ini membuat proses perbaikan menjadi lebih sulit dan mahal. “Selain itu, risiko ban tidak bisa ditambal juga meningkat jika kerusakan sudah terlalu besar. Dalam kondisi tersebut, penggantian ban sering kali menjadi satu-satunya solusi,” ucap Sigit. Oleh karena itu, langkah paling aman adalah membiarkan paku tetap menancap sementara waktu. Kurangi kecepatan kendaraan dan segera menuju bengkel untuk penanganan yang tepat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang