Ketika pengendara merasa terlalu sering menambah tekanan udara ban kendaraan, bisa jadi tanda bahwa kendaraan mengalami bocor halus, khususnya pada area ban. Bocor halus kerap terjadi pada jenis ban tubeless. Kondisi ini umumnya baru terasa setelah beberapa hari pemakaian, ban menjadi kempis berulang. Meski tidak berbahaya, konsumen menjadi repot karena setiap hari harus menambah udara agar tekanannya tetap ideal dan aman untuk digunakan. Sigit, mekanik bengkel tambal ban Nitrogen Cawas, Klaten mengatakan penyebab utama ban tubeless bocor halus adalah tertusuk benda kecil seperti paku halus, staples, kawat, atau serpihan logam. “Lubang yang dihasilkan sangat kecil sehingga udara keluar sedikit demi sedikit, ini bikin pengendara harus sering cek tekanan udara ban,” ucap Sigit kepada KOMPAS.com, Selasa (7/4/2026). Selain itu, ban yang sudah berumur bisa mengalami retak halus. Retakan kecil ini sering tidak terlihat, tetapi cukup untuk menyebabkan kebocoran udara. Polisi saat membantu mengganti ban mobil pemudik yang alami ban bocor di Tol Cipali KM 138, Sabtu (28/3/2026) dini hari “Udara bertekanan juga bisa lewat celah benang pada lapisan ban, sehingga meski sudah ditambal tetap saja bocor halus,” ucap Sigit. Faktor lain yang sering terjadi adalah kerusakan pada pentil ban. Karet pentil yang getas atau longgar dapat menjadi sumber kebocoran yang tidak disadari. Kebocoran juga bisa berasal dari bagian bibir ban yang tidak rapat dengan velg. Hal ini biasanya terjadi jika pelek peang, kotor, atau berkarat. Pengecekan ban mobil usai mudik Lebaran “Kotoran kecil saja yang terselip di antara bibir pelek dan ban akan menghasilkan celah halus, lama-lama akan membuat ban tubeless kempis,” ucap Sigit. Tambalan lama pada ban tubeless juga berpotensi menjadi penyebab bocor halus. Tambal cacing yang sudah lama bisa mengendur dan tidak lagi menutup lubang dengan sempurna. Tekanan angin yang sering berubah tanpa sebab jelas juga bisa menjadi indikasi adanya kebocoran kecil. Hal ini perlu segera diperiksa agar tidak semakin parah. Pori-pori ban tubeless bila sudah berumur bikin bocor halus “Untuk mendeteksi bocor halus, bisa digunakan air sabun yang dioleskan ke permukaan ban. Jika muncul gelembung, berarti ada kebocoran udara,” ucap Sigit. Pemeriksaan rutin sangat penting dilakukan, terutama pada kondisi ban dan tekanan angin. Langkah ini membantu menjaga keselamatan saat berkendara. Secara keseluruhan, bocor halus pada ban tubeless disebabkan oleh faktor usia, kerusakan komponen, dan benda asing. Penanganan cepat dapat mencegah kerusakan lebih besar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang