Meski berisiko tinggi, penggunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang masih marak terjadi saat momen mudik dan arus balik Lebaran. Praktik ini bahkan masih dijumpai di jalur arteri hingga ruas tol. Menurut Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), kebiasaan tersebut menunjukkan masih rendahnya kesadaran pengemudi terhadap aspek keselamatan, khususnya bagi orang lain yang ikut diangkut dalam kendaraan. “Kesadaran pengemudi masih sangat kurang, terutama dalam menjaga keselamatan penumpang. Banyak yang meremehkan penggunaan kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya,” kata Sony kepada Kompas.com, Rabu (25/3/2026). Ia menjelaskan, tidak sedikit pengemudi yang beranggapan selama kendaraan masih memiliki ruang di bagian belakang, maka bisa dimanfaatkan untuk mengangkut orang. Padahal, setiap kendaraan sudah dirancang dengan fungsi dan standar keselamatan masing-masing, termasuk dalam hal kapasitas penumpang. Menurut Sony, jika yang diangkut adalah manusia, maka wajib tersedia tempat duduk yang layak serta sabuk pengaman sesuai standar pabrikan. Hal ini penting karena seluruh komponen tersebut telah melalui serangkaian pengujian, termasuk uji tabrak, guna menjamin keselamatan penumpang saat terjadi kecelakaan. Saat mudik Lebaran, praktik angkut penumpang di bak mobil masih marak. Padahal risikonya tinggi dan melanggar aturan keselamatan. “Kalau tidak dipenuhi, maka keamanan penumpang jelas terabaikan. Bayangkan jika terjadi kecelakaan sampai kendaraan terguling, penumpang di belakang sangat berisiko terlempar dan mengalami cedera fatal,” ujarnya. Selain aspek keselamatan, penggunaan mobil bak untuk mengangkut orang juga dinilai melanggar aturan lalu lintas. Apalagi jika kendaraan tersebut telah dimodifikasi pada bagian belakang dengan tujuan mengakomodasi penumpang, tanpa melalui standar kelayakan yang ditetapkan. Sony menegaskan, modifikasi semacam itu tidak bisa serta-merta dianggap aman, meskipun secara kasat mata terlihat mampu menampung penumpang. Sebab, rekayasa yang dilakukan tidak melalui pengujian resmi, sehingga tidak dapat menjamin perlindungan saat terjadi benturan. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mengorbankan keselamatan demi kepraktisan, terutama di momen Lebaran yang seharusnya menjadi ajang berkumpul dengan keluarga. Menggunakan kendaraan sesuai peruntukannya dinilai menjadi langkah paling dasar untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang