Produsen otomotif Wuling Motors mengalami peningkatan penjualan pada Februari 2026 dibandingkan Januari. Kenaikan ini dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari pulihnya aktivitas konsumen setelah libur awal tahun, hingga dorongan dari ajang pameran otomotif dan momentum jelang Lebaran. Marketing Operation Director Wuling Motors, Ricky Christian, mengatakan peningkatan penjualan dari Januari ke Februari mencapai sekitar 20 persen. Tren ini sejalan dengan pertumbuhan pasar otomotif nasional pada periode yang sama. "Yang pertama kita melihat memang Januari itu kan fase banyak konsumen masih habis liburan juga. Mungkin waktu kerja juga minggu pertama, minggu kedua itu masih banyak juga yang berlibur," kata Ricky di Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026). Secara industri, data Gaikindo juga menunjukkan tren serupa. Penjualan mobil secara wholesales pada Februari 2026 tercatat mencapai 81.159 unit, naik sekitar 22 persen dibandingkan Januari yang berada di kisaran 66 ribuan unit. Selain faktor musiman, ia menyebut kehadiran ajang Indonesia International Motor Show turut memberikan dampak positif terhadap penjualan. Pameran otomotif tersebut dinilai mampu menjadi stimulus yang mendorong minat beli konsumen. "Kemudian yang kedua kita juga berterima kasih kepada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS). Itu juga menjadi stimulus sehingga ada pertumbuhan pasar otomotif yang cukup signifikan di bulan Februari," ujarnya. Wuling New Air EV di IIMS 2026. Tak hanya itu, peningkatan suplai kendaraan dari sejumlah merek juga turut menopang pertumbuhan penjualan. Ricky menambahkan, momentum jelang Lebaran juga menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan kendaraan. Secara historis, periode ini kerap diikuti lonjakan penjualan, terutama menjelang hari raya. "Tentu, momen Lebaran juga sangat berpengaruh. Itu season yang kita lihat terjadi lonjakan setiap tahunnya," kata dia. Meski demikian, ia belum memastikan apakah tren kenaikan akan berlanjut pada Maret 2026. Pasalnya, jumlah hari kerja pada bulan tersebut relatif lebih sedikit dibandingkan Februari. "Kalau melihat waktu kerja sebenarnya di bulan Maret ini lebih sedikit dibandingkan bulan Februari. Jadi biasanya lonjakan pasarnya itu adalah H-1 sebelum Lebaran," ucapnya. Meski masih memantau perkembangan pasar, Wuling tetap optimistis kondisi industri otomotif nasional akan terus membaik. Hal ini juga didukung dengan strategi perusahaan menghadirkan produk-produk baru guna menjaga momentum pertumbuhan. "Kita sih masih optimis ya, kondisi pasar dan ekonomi Indonesia akan terus meningkat. Makanya kita bawa produk-produk terbaru juga untuk bisa menstimulus pasar otomotif ini bertumbuh lagi," tuturnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang