Viral di media sosial video yang menggambarkan rombongan mobil diduga pejabat berhenti dan foto-foto di tanjakan-tikungan Sitinjau Lauik. Konvoi mobil tersebut dikawal mobil polisi.Dalam video tersebut, rombongan diduga pejabat yang menggunakan mobil seperti Toyota Fortuner dan Kijang Innova itu dikawal mobil polisi. Mobil patwal polisi juga berkali-kali membunyikan sirenenya.Rombongan mobil yang dikawal polisi tersebut berhenti di tengah-tengah tanjakan dan tikungan curam Sitinjau Lauik. Beberapa orang yang berada di dalam mobil turun dari mobil. Ternyata, mereka berhenti untuk foto-foto di tengah-tengah tikungan Sitinjau Lauik. Rombongan tersebut berpose di saat kendaraan lain seperti truk-truk besar menunggu di kedua arah tikungan Sitinjau Lauik. "Kejadian yg sangat tidak masuk akal sekaligus memprihatinkan. Ditikungan yg terjal dan curam, mereka berhenti hanya untuk berfoto, sementara pengguna jalan yg lain terpaksa menunggu. Sangat membahayakan mereka sendiri & pengguna jalan yg lain. Mirisnya ini dikawal oleh Polantas pula," demikian dikutip dari akun Threads joezenzie.Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDC)SonySusmana mengatakan, lokasi Sitinjau Lauik itu terkenal dengan bahaya tikungan yang tajam dan tanjakan yang curam, juga licin."Nggak semua mobil bisa melewati dengan aman tanpa panduan. Banyak kendaraan juga yang mengalami kecelakaan akibat gagal nanjak atau gagal ngerem," kata Sony kepada detikOto, Senin (13/4/2026).Artinya, lanjut Sony, area tersebut merupakan daerah rawan kecelakaan. Harusnya, tikungan tersebut bersih dari kendaraan-kendaraan yang berhenti dengan sengaja."Area tersebut harus clear dari kendaraan yang berhenti dengan sengaja, tidak pada tempatnya dan membahayakan orang lain," ucap Sony.Menurut Sony, ada beberapa ancaman bahaya jika pejabat itu berhenti di tikungan dan tanjakan curam seperti Sitinjau Lauik. Bisa saja mereka jadi korban akibat kendaraan yang mengalami rem blong di turunan."Spot jalannya curam, licin, patah, ramai, padat. Kalau ada kendaraan yang gagal rem atau gagal nanjak, mereka-mereka ini jadi target kecelakaan. Mereka-mereka ini yang dibilang unsafe act," kata Sony.Dikutip CNN Indonesia, rombongan yang berhenti dan foto-foto di tengah-tengah tanjakan Sitinjau Lauik itu diduga eks anggota DPR Arteria Dahlan. Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes M Reza Chairul membenarkan adanya aksi tersebut. Ia menyebut peristiwa itu terjadi ketika rombongan diduga eks anggota DPR Arteria Dahlan sedang ada kegiatan di wilayah Solok Kota.Menurut Reza, di tanjakan menikung patah tersebut sudah biasa ada pengemudi yang berhenti untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membantu mengatur lalu lintas.Namun, Reza mengklaim telah memberikan teguran jajaran kepolisian Solok Kota. Petugas yang melakukan pengawalan rombongan itu pun diberikan teguran."Iya itu yang mengawal dari Satlantas Polres Solok Kota. Sudah saya tegur Kapolres dan Kasatlantasnya," katanya.