— Banyak pengemudi di Indonesia yang memilih mobil bertransmisi CVT (Continuously Variable Transmission) karena terkenal halus dan efisien untuk penggunaan harian, terutama di lalu lintas perkotaan. CVT sendiri adalah sistem transmisi otomatis yang tidak menggunakan gigi konvensional, melainkan sabuk baja dan dua pulley yang dapat berubah diameter untuk menyesuaikan rasio putaran mesin. Mekanisme ini membuat perpindahan tenaga terasa mulus tanpa hentakan, sekaligus membantu menjaga efisiensi bahan bakar. Namun, di balik kenyamanannya, ada anggapan bahwa mobil CVT kurang bertenaga saat melahap jalan menanjak atau berbukit, terutama di wilayah seperti Puncak, Lembang, atau daerah pegunungan lainnya. Menurut Freddy, Direktur Domo Transmisi di Jakarta, karakter CVT memang lebih cocok untuk kondisi jalan perkotaan yang relatif datar. “Kalau CVT, kadang di Indonesia kan banyak jalanan berbukit, tanjak, gunung. CVT memang didesain untuk perkotaan, jadi tidak begitu cocok kalau dipakai di jalanan yang menanjak,” katanya kepada Kompas.com, Selasa (4/11/2025). Tuas transmisi CVT dan rem parkir elektris milik Mitsubishi Xpander terbaru. Freddy menjelaskan bahwa sistem CVT bekerja dengan sabuk baja dan pulley yang mengatur rasio gigi secara halus. Mekanisme ini membuat perpindahan gigi tidak terasa, tapi juga menyebabkan transmisi menjadi sensitif terhadap beban berat dan suhu tinggi. “Kalau sering nanjak atau bawa penumpang penuh di daerah seperti itu, CVT bisa cepat panas. Ujung-ujungnya performa turun, bahkan bisa slip,” ujarnya. Menurutnya, mobil CVT akan bekerja optimal jika digunakan di kondisi macet perkotaan atau jalan raya yang datar, dengan beban kendaraan sesuai kapasitas. Namun jika sering digunakan di daerah berbukit, pemilik disarankan lebih rajin mengganti oli transmisi dan menjaga pendinginan sistem CVT tetap optimal. “Kalau dirawat benar dan olinya rutin diganti, sebenarnya CVT tetap bisa awet, asal tahu batas kemampuannya,” kata Freddy. Dengan demikian, bukan berarti mobil CVT sama sekali tidak bisa digunakan di daerah berbukit, tetapi butuh perawatan ekstra dan gaya berkendara yang lebih hati-hati agar komponennya tetap awet. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.