Penampakan motor terendam banjir lumpur di Sumatera Barat Belum ada keterangan resmi lokasi tepatnya, namun berbagai unggahan warganet mengaitkannya dengan bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Di dalam video, lumpur mengalir memenuhi halaman tempat motor-motor terparkir. Banyak kendaraan tampak roboh atau miring karena derasnya aliran air yang datang secara tiba-tiba.Permukaan tanah yang semula menjadi akses masuk kini berubah menjadi hamparan lumpur pekat, menyulitkan siapa pun untuk mendekat, apalagi memindahkan kendaraan. Fenomena ini memancing komentar warganet, mulai dari kepiluan hingga candaan getir. “Aku mikirin gimana bersihin lumpur setebal itu dan itu pun di seluruh tempat… mau disingkirin ke mana?” tulis salah satu pengguna. Netizen lain menyoroti pekerjaan para tukang cuci motor yang diperkirakan banjir pesanan setelah keadaan mulai pulih. Ada pula yang mengomentari peluang bengkel untuk ramai mendadak karena banyaknya motor yang dipastikan tidak bisa langsung digunakan. Di balik viralnya video, ada masalah serius yang harus dihadapi pemilik kendaraan. Lumpur yang bercampur air banjir bisa masuk ke berbagai bagian vital motor seperti ruang mesin, CVT, karburator atau throttle body, saluran udara, hingga kelistrikan.Bila pemilik tergesa-gesa menyalakan mesin tanpa pengecekan, kerusakan fatal bahkan korsleting bisa terjadi. Sejumlah montir mengingatkan bahwa motor yang terendam banjir sebaiknya tidak dinyalakan sama sekali sebelum dibersihkan dan dibongkar bagian bawahnya.Risiko yang dihadapi tidak hanya berhenti pada mogok. Komponen logam dapat berkarat, soket kelistrikan bisa lembab dan korslet, oli dapat tercampur air sehingga pelumasan gagal, sementara sistem pengereman berpotensi kehilangan daya cengkeram akibat sisa lumpur. Jika kerusakan menjalar ke ECU atau injektor, biaya perbaikan bisa mencapai jutaan rupiah, bahkan melampaui nilai ekonomis kendaraan tertentu.Di lapangan, pekerjaan pembersihan juga bukan persoalan sepele. Lumpur yang mengeras akan sulit disingkirkan, dan tidak bisa hanya dicuci begitu saja. Pemilik kendaraan harus menguras ruang CVT, mengeringkan filter udara, mengganti oli, serta memeriksa semua soket kelistrikan satu per satu. Selain teknis, lokasi yang dipenuhi lumpur tebal juga menyulitkan evakuasi motor untuk dibawa ke bengkel.