Chery memberikan penjelasan lanjutan setelah perhatian publik tertuju pada uji ekstrem Fengyun X3L di kawasan wisata Gunung Tianmen, China. Video yang terhenti mendadak itu sempat viral dan memunculkan banyak pertanyaan publik, sehingga pabrikan kini menegaskan akan mengevaluasi prosedur pengujian yang dilakukan di ruang publik agar insiden serupa tidak kembali terjadi. "Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pengelola Area Wisata Gunung Tianmen, para wisatawan, mitra, serta seluruh pihak yang turut memberi perhatian atas kejadian ini," tulis pernyataan resmi Chery Auto dikutip Minggu (16/11/2025). Sorotan juga datang dari PT Chery Sales Indonesia (CSI), yang menyampaikan bahwa insiden tersebut menjadi perhatian serius bagi perwakilan Chery di Tanah Air. Melalui pernyataan tertulis, pabrikan juga menjelaskan kronologi sekaligus temuan awal dari investigasi internal. “Pada 12 November 2025 pukul 12.00 waktu setempat, uji tantangan ekstrem Fengyun X3L yang berlangsung di Area Wisata Gunung Tianmen, Zhangjiajie, Provinsi Hunan, terhenti akibat sebuah insiden tak terduga dan memicu perhatian masyarakat luas," tulis pernyataan itu. "Hasil investigasi menunjukkan bahwa masalah terjadi karena pengait utama tali pengaman tiba-tiba lepas. Ketika pengait itu lepas, tali menjadi bebas dan kemudian tersangkut di roda kanan kendaraan, sehingga membuatnya kehilangan traksi, meluncur mundur dan menabrak pagar pengaman," lanjutnya. Meski menimbulkan kerusakan pada sebagian pagar pembatas, Chery menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun gangguan terhadap lingkungan sekitar. Temuan tersebut lantas menjadi dasar bagi perusahaan untuk menilai adanya kekurangan dalam proses perencanaan, termasuk penilaian risiko serta pengendalian detail teknis sebelum demonstrasi dilakukan. CSI menambahkan bahwa kejadian ini memberikan pelajaran penting bagi seluruh jaringan Chery, termasuk di Indonesia. Mereka menyadari bahwa penggunaan area wisata sebagai lokasi uji ekstrem memiliki konsekuensi tambahan yang harus diperhitungkan, terutama terkait keselamatan pengunjung dan pengelolaan ruang publik. Oleh karena itu, Chery memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur uji ekstrem, mulai dari lokasi, metode pemasangan perangkat keselamatan, hingga standar mitigasi yang harus dipenuhi sebelum kegiatan berlangsung. "Kami akan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga untuk melangkah lebih hati-hati dan lebih matang ke depan," tulis pernyataan tertulisnya. Dalam konteks lebih luas, insiden Tianmen juga memicu diskusi panjang mengenai praktik demonstrasi kemampuan kendaraan di ruang publik, yang dalam beberapa tahun terakhir semakin sering dilakukan sebagai bagian dari strategi pemasaran visual. Chery menegaskan tengah menyiapkan pembaruan pedoman internal agar kegiatan serupa nantinya berlangsung lebih terkontrol dan dengan protokol keselamatan yang ketat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.