Chery akhirnya angkat bicara terkait insiden yang menimpa model Fengyun X3L atau Fulwin X3L saat melakukan aksi demonstrasi di area wisata Gunung Tianmen, China. Kejadian tersebut sempat viral di media sosial, lantaran SUV boxy itu gagal menaklukkan tanjakan ekstrem yang menjadi bagian dari atraksi promosi kemampuan off-road-nya. Dalam pernyataan resminya, Chery Auto menegaskan bahwa insiden itu terjadi saat kegiatan uji coba internal yang bertujuan mendemonstrasikan performa kendaraan di rute non-konvensional. Pabrikan juga memastikan bahwa tidak ada korban dalam kejadian tersebut. “Pada 12 November 2025 pukul 12.00 waktu setempat, uji tantangan ekstrim Fengyun X3L yang berlangsung di Area Wisata Gunung Tianmen, Zhangjiajie, Provinsi Hunan, terhenti akibat sebuah insiden tak terduga dan memicu perhatian masyarakat luas. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pengelola Area Wisata Gunung Tianmen, para wisatawan, mitra, serta seluruh pihak yang turut memberikan perhatian atas kejadian ini," tulis pernyataan resmi Chery yang diterima Kompas.com, Jumat (15/11/2025). Berdasarkan hasil investigasi awal, disebutkan bahwa masalah terjadi karena pengait utama tali pengaman tiba-tiba terlepas. "Ketika pengait itu lepas, tali menjadi bebas dan kemudian tersangkut di roda kanan kendaraan, sehingga membuat kendaraan kehilangan traksi, meluncur mundur dan menabrak pagar pengaman. Hal ini mengakibatkan kerusakan sebagian pada pagar tersebut. Pada insiden ini, tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada lingkungan alam sekitar," lanjut pernyataan tersebut. Pihak Chery menyebut bahwa insiden tersebut menjadi cerminan adanya kekurangan dalam penilaian risiko serta pengendalian detail selama perencanaan dan pelaksanaan uji. Mereka menyebut bahwa situasi itu pada akhirnya memang sulit untuk dihindari. Perusahaan juga memahami kekhawatiran publik terkait keputusan menggelar pengujian ekstrem di area wisata umum, dan menjadikan kejadian tersebut sebagai pengalaman penting untuk dapat melangkah dengan lebih hati-hati dan lebih matang di kemudian hari. "Kejadian ini menunjukan kelalaian kami dalam melakukan penilaian risiko serta kurangnya pengendalian detail dalam proses perencanaan dan pelaksanaan uji tersebut, namun kejadian tidak dapat dihindari," tulis keterangan tersebut Chery Fulwin X3L "Kami juga menyadari dan merefleksikan secara mendalam kekhawatiran publik atas keputusan kami mengadakan uji ekstrem di area wisata umum. Kami akan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga untuk melangkah lebih hati-hati dan lebih matang ke depan," lanjut pernyataan itu. Untuk diketahui, di China, Fulwin atau Fengyun merupakan sub-brand (atau brand mandiri di bawah Chery). Apabila dilihat sekilas, mobil dalam video tersebut memang tampak mirip dengan Chery J6 yang dijual di Indonesia, karena memiliki akar desain yang sama (iCar 03), jadi bisa dibilang satu DNA. Adapun untuk model yang digunakan dalam video tersebut adalah versi extended-range electric vehicle atau EREV. Sementara di Indonesia baru dijual versi listrik murni alias EV. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.