Belakangan ini kasus truk gagal menanjak kembali menjadi sorotan. Sejumlah insiden menunjukkan kendaraan berat tersebut mundur dan kehilangan kendali saat tidak mampu melewati tanjakan, sehingga membahayakan pengguna jalan lain di belakangnya. Kondisi ini pun memicu perhatian terhadap kemampuan teknis truk, terutama terkait performa mesin serta sistem pengereman yang digunakan. Menyikapi hal tersebut, PT Hino Motors Sales Indonesia menjelaskan seperti apa ketangguhan truk sebenarnya, dan kenapa masih banyak terjadi truk gagal menanjak. Tri Hariyanto, Market Development Division Head PT Hino Motors Sales Indonesia mengatakan fenomena truk gagal menanjak dan mengalami masalah pengereman dapat terjadi ketika kendaraan digunakan melampaui batas kemampuannya. “Kendaraan yang digunakan melampaui batas kemampuannya lazim disebut truk over dimension dan overloading (ODOL). Setiap truk memiliki spesifikasi resmi seperti berat total maksimum (GVW/GCW), kemampuan menanjak, dan kapasitas pengereman,” ucap Tri kepada KOMPAS.com, Senin (23/2/2026). Semua spesifikasi di atas telah diuji dan disertifikasi dalam proses produksi truk. Bila muatan melebihi GVW atau kendaraan dipaksa bekerja di luar batas kemampuannya, kemampuan menanjak truk akan turun. Truk tak kuat menanjak. Jalan raya PKP picu kecelakacan beruntun, Selasa (10/2/2026). “Secara teknis, pemilihan gigi yang tidak tepat, kondisi kopling atau turbo yang kurang optimal dapat membuat mesin kehilangan torsi, maka dari itu penting perawatan truk secara berkala,” ucap Tri. Dari sisi fisika, truk gagal menanjak juga dipengaruhi oleh traksi pada roda terhadap permukaan jalan. Traksi yang tak baik, kemiringan tanjakan dan perpindahan titik berat secara total bisa membuat truk gagal menanjak. Pada kondisi menurun, panas berlebih pada sistem rem dapat memicu brake fade atau vapor lock. Karena itu, performa kendaraan hanya dapat optimal bila dioperasikan sesuai batas kemampuan yang telah disertifikasi. Kecelakaan antara truk pengangkut kayu dan mobil di di tanjakan Kaliurang, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (8/1/2026) “Muatan ideal, kondisi teknis baik dan teknik mengemudi yang benar menjadi kunci apakah truk mampu melewati tanjakan atau tidak,” ucap Tri. Tri mengimbau kepada seluruh pengguna truk untuk tidak beroperasi secara berlebihan atau ODOL demi menjaga keselamatan dan keandalan kendaraan. Sebagai tambahan informasi, Hino menyediakan berbagai program pelatihan dan fasilitas Hino Total Support Customer Center (HTSCC) untuk membantu konsumen meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengemudi, agar kendaraan dapat dioperasikan dengan lebih aman dan efisien. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang