Selap-selip atau sering berpindah jalur saat terjebak kemacetan kerap dianggap sebagai cara untuk memangkas waktu perjalanan. Namun, dalam praktiknya, manuver ini justru tidak selalu memberikan efisiensi yang signifikan, bahkan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya. Menurut Agus Sani, Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, kebiasaan pengendara yang terlalu sering mencari celah di tengah kepadatan lalu lintas justru sering mengabaikan aspek keselamatan dasar berkendara. “Banyak pengendara merasa dengan berpindah-pindah jalur mereka bisa lebih cepat sampai tujuan, padahal kondisi lalu lintas padat membuat perbedaan waktunya tidak terlalu signifikan, sementara risikonya jauh lebih besar,” kata Agus kepada Kompas.com, Jumat (17/4/2026). Ia menjelaskan, salah satu risiko utama dari kebiasaan selap-selip adalah minimnya ruang antarkendaraan yang membuat waktu reaksi pengendara menjadi sangat terbatas. Pengendara terjebak kemacetan saat penutupan jalur menuju wisata Anyer di Palima, Kota Serang, Banten, Minggu (22/3/2026). Penutupan jalan menuju Anyer-Cinangka via jalur Palka tersebut dilakukan karena terjadinya lonjakan kendaraan yang menyebabkan kemacetan panjang di kawasan pesisir. Kondisi ini kerap berujung pada senggolan atau pengereman mendadak yang sulit dihindari. Selain itu, area blind spot juga menjadi faktor yang sering diabaikan pengendara saat melakukan manuver berpindah jalur. Tidak semua pengemudi dapat melihat pergerakan kendaraan kecil, terutama sepeda motor, yang muncul dari sisi tak terpantau spion. Agus menekankan bahwa menjaga lajur secara stabil dan mengurangi perpindahan jalur justru lebih aman dan pada banyak kasus lebih efisien dalam kondisi lalu lintas padat. Konsistensi berkendara membantu menjaga ritme arus lalu lintas tetap stabil. “Fokus utama saat berkendara di kemacetan bukan mencari jalur tercepat, tetapi memastikan perjalanan tetap aman sampai tujuan. Keselamatan jauh lebih penting dibanding beberapa menit waktu yang dihemat,” ujarnya. Ia mengimbau pengendara untuk lebih sabar, menjaga jarak aman, serta menghindari manuver agresif yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya di tengah kepadatan lalu lintas. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang