Istri musisi Fiersa Besari, Aqia alami musibah tertabrak mobil di Stasiun Gambir, Sabtu (3/1/2026). Mulanya, Aqia sedang mengeluarkan barang dari bagasi taksi di area drop off penumpang. Lalu dari belakang ada mobil berwarna silver menabrak Aqia dan pengemudi taksi yang sedang ambil koper. Alhasil Aqia dan pengemudi terjepit antara taksi dan mobil penabrak. "Sopir mobil yang tampaknya merasa sudah masuk gigi R, memajukan lagi mobilnya, membuat Aqia semakin tergencet. Ketika sopir keluar, ternyata bapak-bapak yang usianya sekitar 60-70 tahunan (kurang layak berkendara)," kata tulis Fiersa dikutip dari story Instagram di akun @fiersabesari, dikutip Kompas.com, Senin (5/1/2026). Istri Fiersa Besari tertabrak mobil saat mengeluarkan bagasi di Stasiun Gambir Fiersa menyayangkan sopir yang sudah sepuh tapi masih berkendara. Khawatir bisa terjadi kecelakaan lainnya karena kelalaian pengemudi. Menanggapi video tersebut, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, seiring bertambahnya usia, keterampilan, pengetahuan, visibilitas, sampai mentalitas pengemudi cenderung menurun. Oleh karena itu, Surat Izin Mengemudi (SIM) setiap diperpanjang harus disertai dengan pengetesan kembali, bukan cuma sekadar administratif. "Setiap lima tahun kan kita harus perpanjang SIM, seharusnya dalam mekanisme ini bukan cuma administratif, tapi semua yang menyangkut keterampilan, kognitif, intelejensi, mentalitas, visibilitas, karena seiring umur, ini kan menurun," kata Jusri kepada Kompas.com, Senin (5/1/2026). Jusri menjelaskan, selang lima tahun kepemilikan SIM, banyak hal bisa terjadi. Misal untuk orang tua, enggak tahu dia pernah sakit, ada demensia, alzheimer, atau lain-lain. "Dari sisi pengetahuan harus diuji, mentalitas, visibilitas juga pasti menurun kan. Semua parameter tadi harus diuji dan bukan hanya administratif," kata Jusri. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang