Minum kopi atau mengunyah camilan menjadi cara yang paling sering dilakukan pengemudi saat mulai mengantuk di balik kemudi. Banyak yang percaya cara tersebut bisa mengembalikan fokus sehingga perjalanan tetap aman. Padahal, kebiasaan tersebut belum tentu menghilangkan rasa kantuk. Dalam beberapa kondisi, kopi maupun camilan hanya membuat pengemudi mampu bertahan lebih lama di balik kemudi, sementara rasa kantuk sebenarnya masih tetap ada. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, kopi dan camilan memang dapat memperpanjang durasi berkendara, tetapi tidak mengatasi penyebab utama kantuk. "Sebenarnya minum kopi, nyemil, apa segala macam itu, memperpanjang durasi berkendara, tetapi kantuknya tetap ada di otaknya," kata Sony, kepada Kompas.com, Minggu (26/7/2026). Kantuk Terjadi karena Otak Kekurangan Suplai Darah dan Oksigen Sony menjelaskan, rasa kantuk saat mengemudi muncul karena otak mulai kekurangan suplai darah dan oksigen akibat tubuh terlalu lama berada dalam posisi duduk. Karena itu, cara paling efektif untuk mengusir kantuk bukan dengan terus mengemudi sambil minum kopi, melainkan berhenti sejenak dan keluar dari kendaraan. "Jadi memang kalau kita mau bicara kantuk ini kan akibat dari kurangnya suplai oksigen sama darah ke otak. Karena duduk terus. Sehingga dia wajib berdiri kemudian keluar dari kabin, itu wajib. Dengan berdiri, suplai darah itu lancar," ujarnya. . Stretching di Dalam Mobil Dinilai Kurang Efektif Sebagian pengemudi memilih melakukan peregangan ringan sambil tetap duduk ketika rest area masih jauh. Namun, menurut Sony, cara tersebut tidak cukup untuk mengembalikan kondisi tubuh. "Nah, ada yang menganjurkan, misalnya, kalau di jalan tol masih jauh rest area-nya, cukup stretching sambil duduk, enggak bisa itu (kantuknya tidak akan hilang). Memang pengemudi harus berhenti, keluar kabin, kemudian stretching 1 menit, kemudian men-refresh saraf, otak, dan sebagainya, harus, wajib keluar," kata Sony. Dengan keluar dari mobil, tubuh menjadi lebih aktif sehingga aliran darah kembali lancar dan suplai oksigen ke otak meningkat. Kondisi ini membantu pengemudi kembali fokus sebelum melanjutkan perjalanan. Boleh Berhenti Sebentar jika Sudah Sangat Mengantuk Sony memahami bahwa berhenti di bahu jalan tol pada dasarnya tidak dianjurkan. Namun, apabila pengemudi sudah benar-benar mengantuk dan belum sempat mencapai rest area, berhenti sejenak dinilai lebih aman dibanding memaksakan diri terus berkendara. "Memang tidak disarankan untuk berhenti di jalan tol, tapi kalau sudah ngantuk banget, berhenti di bawah 5 menit boleh loh. Karena itu kan untuk menghindari risiko-risiko tabrakan akibat fatigue," kata dia. Meski demikian, pengemudi tetap disarankan memanfaatkan rest area sebagai tempat utama untuk beristirahat. Dengan begitu, risiko kecelakaan akibat microsleep atau kelelahan saat berkendara dapat diminimalkan.