Toyota RAV4 Toyota kembali membuat langkah besar dalam strategi elektrifikasi kendaraannya. Mulai model tahun 2026, Toyota menghapus sepenuhnya opsi mesin bensin murni pada lini Toyota RAV4. Artinya, konsumen tidak lagi dapat membeli RAV4 dengan mesin konvensional tanpa bantuan motor listrik. Keputusan ini menjadikan RAV4 sebagai salah satu SUV terlaris Toyota yang kini 100 persen mengandalkan teknologi elektrifikasi, baik hybrid (HEV) maupun plug-in hybrid (PHEV). Mobil Baru Toyota RAV4 Tidak Ada Lagi RAV4 Bermesin Bensin SajaPada generasi sebelumnya, RAV4 masih tersedia dengan mesin bensin 2.5 liter empat silinder tanpa sistem elektrifikasi. Mesin tersebut dikenal cukup efisien dan menjadi pilihan utama bagi pembeli yang menginginkan harga lebih terjangkau. Namun pada RAV4 2026, Toyota secara resmi menghilangkan opsi tersebut. Semua varian RAV4 kini menggunakan mesin bensin yang dikombinasikan dengan motor listrik dan baterai, mengikuti arah pengembangan kendaraan ramah lingkungan yang semakin kuat. Pilihan Mesin RAV4 2026 Toyota hanya menyediakan dua jenis sistem penggerak untuk RAV4 2026:1. Hybrid (HEV)Menggunakan mesin bensin 2.5 liter yang dipadukan dengan motor listrik. Sistem ini menghasilkan tenaga gabungan sekitar 226 hp untuk penggerak roda depan (FWD) dan 236 hp untuk all-wheel drive (AWD).Varian ini dirancang untuk efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibanding mesin bensin konvensional, tanpa perlu pengisian daya eksternal.2. Plug-in Hybrid (PHEV)Varian ini menawarkan performa tertinggi dengan tenaga gabungan mencapai sekitar 320 hp. Selain lebih bertenaga, RAV4 PHEV mampu melaju sejauh ±80 km dalam mode listrik penuh, sebelum mesin bensin bekerja.Sistem AWD menjadi fitur standar pada varian ini, menjadikannya lebih siap untuk berbagai kondisi jalan.Alasan Toyota Mengambil Langkah IniToyota menyebut bahwa perubahan ini didorong oleh pergeseran minat konsumen. Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan RAV4 versi hybrid dan plug-in hybrid terus meningkat dan bahkan melampaui penjualan versi bensin murni.Selain itu, regulasi emisi yang semakin ketat di berbagai negara membuat teknologi hybrid menjadi solusi realistis tanpa harus sepenuhnya beralih ke mobil listrik murni (BEV). Toyota RAV4 AdventureToyota juga menegaskan bahwa pendekatan hybrid masih sesuai dengan strategi global mereka, yang tidak hanya berfokus pada mobil listrik baterai, tetapi juga pada efisiensi, fleksibilitas, dan pengurangan emisi secara bertahap.Dengan keputusan ini, Toyota RAV4 2026 menjadi simbol transisi industri otomotif menuju era elektrifikasi. Meski belum sepenuhnya listrik, RAV4 menunjukkan bahwa mesin bensin murni mulai ditinggalkan, digantikan oleh sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan.