Xpeng X9 mulai mencuri perhatian para crazy rich tanah air. Menariknya, mobil listrik bongsor ini justru lebih banyak dibeli oleh mereka yang hobi duduk di balik setir sendiri.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) wholesales (distribusi pabrik ke dealer) terbaru, Xpeng tercatat sudah mendistribusikan sebanyak 824 unit. Angka ini membuktikan bahwa penetrasi brand asal China ini mulai mendapat tempat di segmen premium. Xpeng sudah meniagakan dua mobil listriknya di Indonesia, X9 dan G6. Model MPV masih jadi yang terlaris."Kontribusinya masih sekitar 80 persenan itu masih X9," ujar VP Marketing Xpeng Indonesia Hari Arifianto di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2026).Meski dimensinya tergolong raksasa, profil pembeli Xpeng X9 ternyata cukup spesifik. Mayoritas adalah para pebisnis mapan yang mencari kepraktisan tanpa mengorbankan gengsi."Udah nyentuh di 40-50 (tahun). Dan rata-rata bisnis owner kan. Jadi lebih confident. Dia cari tau kebutuhannya apa. Terus dia pilih produknya," kata Hari."Banyak juga yang melihat si Xpeng ini. Nggak malu-maluin buat nyetir sendiri," tambah Hari.Mengapa orang kaya di Indonesia mendadak doyan nyetir MPV sepanjang lebih dari 5 meter ini? Jawabannya ada pada teknologi Xpeng X9 yang sudah dilengkapi fitur Rear Wheel Steering. Walhasil mobil bongsor ini tetap mudah diajak bermanuver."Dia nyetir sendiri itu yang pertama. Terus yang kedua, karena rear wheel steering. Salah satunya karena meskipun badan atau dimensinya itu cukup besar. Tapi nyetir sendiri masih enak," jelasnya lagi.Dari sisi teknis, Xpeng X9 dibangun di atas platform 800V XPower yang mendukung efisiensi energi tinggi, dengan konsumsi daya sekitar 15,5 kWh per 100 km. Teknologi suspensi udara cerdas dengan lima mode pengaturan memberikan keseimbangan antara kenyamanan dan performa, memungkinkan kendaraan menyesuaikan diri terhadap berbagai kondisi jalan dan gaya berkendara.XPILOT 4.0 menjadi fitur andalan dalam kategori autonomous driving. Sistem ini dilengkapi dengan fungsi parkir otomatis yang dapat mengingat hingga 20 lokasi parkir berbeda, serta sistem perlindungan menyeluruh 360 derajat yang mendeteksi potensi risiko di sekitar kendaraan secara real-time.Pada varian tertinggi, Long Range Pro+, jangkauan maksimum mencapai hingga 690 kilometer menurut standar NEDC, menjadikannya salah satu MPV listrik dengan jarak tempuh terpanjang di pasarnya.