Xpeng G6 merupakan mobil Sport Utility Vehicles (SUV) listrik yang sudah dirakit lokal. Di sisi lain, mobil MPV listrik Xpeng saat ini lebih unggul soal penjualan. Kenapa demikian?"Bukan karena nggak ada yang minat. Tetapi kan kita produksi CKD-nya diawali dengan X9 dahulu. Sehingga G6-nya datangnya belakangan," kata VP Marketing Xpeng Indonesia Hari Arifianto di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2026)."Karena kita harus menjaga balance kan. Jangan sampai pelanggan menunggu terlalu lama. Biasanya kan kalau di segmen yang harganya 600 juta ke atas Kan pelanggan inginnya tidak lama setelah ordering," tambah dia. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) wholesales (distribusi pabrik ke dealer) terbaru, Xpeng tercatat sudah mendistribusikan sebanyak 824 unit. Angka ini membuktikan bahwa penetrasi brand asal China ini mulai mendapat tempat di segmen premium. 80 persen penjualannya ialah model MPV X9.Salah satu wujud strategi tersebut diwujudkan lewat kehadiran Xpeng G6 Pro, SUV listrik berperforma tinggi yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.Untuk sumber tenaga, Xpeng G6 Pro menggunakan baterai tipe LFP berkapasitas 80,8 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 525 km dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar WLTP. Model ini juga mengusung listrik 800 volt yang mendukung fast charging ultra cepat, dengan waktu pengisian dari 10 persen hingga 80 persen sekitar 12 menit dalam kondisi ideal.Kemudahan pengguna tentu semakin dipermudah dengan dibekali fitur auto parking yang membantu pengemudi saat memarkir kendaraan dalam berbagai kondisi. Fitur ini memanfaatkan kombinasi kamera, sensor ultrasonik, radar, dan lidar untuk memindai ruang parkir, menghitung dimensi, serta melakukan manuver parkir secara otomatis tanpa campur tangan pengemudi.Xpeng diketahui mengoperasikan pabrik perakitan di Purwakarta, Jawa Barat. Xpeng menumpang di fasilitas pabrik terbaru milik PT Handal Indonesia Motor (HIM). Istimewanya, pabrik ini merupakan pabrik Xpeng pertama yang berada di luar China.Meski mengusung teknologi hi tech, Hari mengatakan tidak ada masalah soal perakitan lokal."Alhamdulillah lancar. Ya memang harus gantian ya. Yang pertama X9 nya dulu. Terus berikutnya yang G6, terus G6 nya teman-teman. Di partner kita. Merasa lebih mudah dirakit.Ya mungkin karena the ultimate teknologi nya di X9, begitu dia sudah menguasai dikasih G6 lebih mudah," ujar Hari.