Booth XPeng di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 mendadak ramai karena menampilkan “mobil terbang” XPeng AeroHT X2. Kehadirannya memang sedikit terlambat karena baru muncul di pertengahan pameran. Namun begitu dipajang, perhatian pengunjung langsung tertuju pada wujud kendaraan futuristis ini. Untuk diketahui, XPeng AeroHT X2 merupakan kendaraan electric vertical take-off and landing (e-VTOL). Artinya, kendaraan ini mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal tanpa membutuhkan landasan panjang seperti pesawat konvensional. Model ini dirancang untuk dua penumpang dan menyasar kebutuhan mobilitas kaum urban di perkotaan. XPeng menyebut kendaraan ini sebagai bagian dari proyek “Land Aircraft Carrier”. Konsepnya modular, terdiri dari mobil induk roda enam yang membawa unit e-VTOL di dalamnya. XPeng AeroHT X2. Saat dibutuhkan, kendaraan terbang dapat keluar dari mobil induk dan mengudara. Sistem operasinya bisa dikendalikan secara manual maupun otonom. Land Aircraft Carrier diklaim mampu terbang sejauh 20 kilometer dengan durasi 15–20 menit dalam sekali pengoperasian. Untuk mendukung keselamatan, XPeng membekalinya dengan sistem redundansi, deteksi lingkungan sferis, kemampuan pendaratan serta kembali secara otonom, hingga pemantauan dari darat. Secara global, model ini dikabarkan bakal mulai dipasarkan pada 2026. Di pasar Tiongkok, harganya disebut berada di kisaran 300.000 dollar AS atau sekitar Rp 5 miliaran. XPeng optimistis kendaraan ini bisa diterima pasar. Bahkan, perusahaan menargetkan potensi penjualan hingga 10.000 unit per tahun. XPeng AeroHT X2 Ke depan, sistemnya juga akan terus dikembangkan agar mampu menjangkau jarak lebih jauh dengan teknologi otonom yang semakin matang. Namun untuk bisa mengoperasikannya, pengguna tidak cukup hanya memiliki surat izin mengemudi biasa. Diperlukan lisensi khusus yang merupakan versi modifikasi dari lisensi pilot. XPeng juga mengklaim telah membangun sistem berlapis untuk kontrol, powertrain, dan komunikasi guna meminimalkan risiko jika terjadi kegagalan operasional. Meski masih tergolong produk masa depan, kehadiran XPeng AeroHT X2 di IIMS 2026 memberi gambaran bahwa mobilitas udara personal bukan lagi sekadar wacana. Tinggal menunggu kesiapan regulasi dan infrastruktur, apakah Indonesia siap menyambut era mobil terbang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang