Masuknya Brasil ke dalam kalender balap MotoGP 2026 menjadi sorotan utama, terutama dengan kepastiannya sebagai seri kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 20 -22 Maret mendatang. Sebagai destinasi baru, kehadiran sirkuit Autódromo Internacional Ayrton Senna di awal musim ini diprediksi akan menjadi kejutan yang bisa mengacak peta persaingan para pebalap. Joan Mir bersama awak media nasional di acara Astra Honda Motor di Bali Menanggapi hal ini, pebalap Honda HRC Castrol, Joan Mir, mengaku belum bisa memprediksi banyak hal terkait karakteristik lintasan di Brasil. Namun, ia meyakini bahwa status sirkuit yang benar-benar baru bagi seluruh peserta akan menciptakan elemen drama tersendiri di lintasan. "Saya tidak tahu apa yang bisa diharapkan dari Brasil, karena kami belum pernah ke sana. Satu yang pasti, karena sirkuit ini baru bagi semua orang, pasti akan ada kejutan yang terjadi," ucap Mir di acara Astra Honda Motor di Bali, Selasa (3/3/2026). Para pebalap berforo untuk MotoGP Brazil 2026 Bagi Mir, kunci performa di seri Brasil maupun sirkuit baru lainnya akan sangat bergantung pada adaptasi motor terhadap konstruksi ban yang disediakan. Ia menyoroti kendala teknis pada seri sebelumnya di Thailand akibat penggunaan konstruksi ban (carcass) Michelin yang berbeda. Mir berharap saat kembali menggunakan ban standar di sirkuit seperti Austin, Jerez, atau bahkan trek baru di Brasil nanti, performa RC213V miliknya bisa jauh lebih kompetitif. Begitu juga Luca Marini yang sependapat dengan rekan setimnya Mir. Marini menyatakan kesiapannya menaklukkan tantangan di lintasan yang belum pernah dijajal. Marini menekankan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas utama yang telah diantisipasi oleh pihak penyelenggara MotoGP melalui pemaparan infrastruktur sirkuit yang detail. "Penyelenggara MotoGP sudah menunjukkan semua videonya kepada kami. Mereka mengatakan bahwa mereka sudah mengadakan balapan di sana dengan motor Superbike dan semuanya berjalan dengan semestinya," ucap Marini. Marini menambahkan bahwa standar keamanan untuk kelas utama jauh lebih tinggi, terutama dalam memastikan area luar lintasan (run-off area) mampu meredam kecepatan motor MotoGP modern yang semakin kencang. Baginya, kehadiran sirkuit baru seperti di Brasil adalah peluang untuk meriset ulang kekuatan antar tim menjelang perubahan regulasi besar di 2027. "Kami akan berada di sana untuk lebih memahami situasi aspal dan tikungan saat kami tiba. Selalu ada peluang baru ketika kami balapan di trek baru, dan kami akan mencoba melakukan yang terbaik untuk bertarung memperebutkan posisi lima besar," kata Marini. Kembalinya Brasil ke kalender MotoGP merupakan babak baru yang melibatkan Autódromo Internacional Ayrton Senna di Goiânia sebagai tuan rumah. Brasil sebelumnya memiliki sejarah panjang di kelas utama, di mana Sirkuit Jacarepaguá di Rio de Janeiro menjadi lokasi balapan rutin antara tahun 1995 hingga 2004. Lintasan Jacarepagua, yang kini telah beralih fungsi menjadi Parque Olimpico do Rio de Janeiro, memiliki nilai historis yang kuat, meskipun kini lokasinya berjarak cukup jauh dari sirkuit baru. Jika ditempuh melalui jalur darat, jarak antara bekas lokasi sirkuit di Rio de Janeiro menuju Autodromo Internacional Ayrton Senna di Goiania mencapai sekitar 1.305 km. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang