Honda Prelude telah terpesan 270 unit di Indonesia. Padahal, kuota kendaraan tersebut hanya 100 unit/tahun.Yusak Billy selaku Sales & Marketing and Aftersales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan, permintaan Honda Prelude di Indonesia melampaui prediksi pabrikan. Bahkan, kata dia, kuota yang diberikan prinsipal telah ditambah dari perjanjian awal. "Honda Prelude tadi pesanan sudah 270 unit. Alokasinya 100 unit untuk 2026, tapi kami berkoordinasi dengan Honda pusat untuk bisa memajukan alokasi 2027 ke 2026 dan seterusnya," ujar Yusak Billy saat ditemui di Sunter, Jakarta Utara."Berapa jumlahnya, kami tidak tahu. Tapi mereka sudah paham pasar kita ada konsumennya," tambahnya.Honda Prelude Foto: Dok. HondaBukan hanya dimajukan, Billy yakin, pihaknya akan mendapat tambahan kuota dari Honda Global. Sebab, mereka sudah paham, peminat Prelude di Indonesia terbilang tinggi.Di luar itu, Honda Prelude batch pertama akan dikirim secara bertahap ke konsumen mulai Mei 2026. Harapannya, kuotanya bisa terus bertambah agar konsumen yang telah memesan tak perlu menunggu lama.Sebagai catatan, Honda Prelude meluncur di Indonesia awal tahun ini. Kendaraan premium terse but dibanderol berkisar Rp 925-975 jutaan dengan status on the road Jakarta.Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang kebagian jatah Honda Prelude. Sedan kencang tersebut masih berstatus impor utuh atau CBU (completely built up) dari negara asalnya di Jepang.Prelude mengandalkan sistem hybrid Honda e:HEV yang dipadukan dengan inovasi Honda S+ Shift. Teknologi itu menghadirkan sensasi perpindahan gigi virtual 8-percepatan meski penggerak utamanya berasal dari motor listrik.Kendaraan tersebut ditanamkan mesin bensin 2.0 liter in-line 4-cylinder yang dikombinasikan dengan sistem hybrid Honda e:HEV Strong Hybrid System. Mesin bensin menghasilkan tenaga 137 dk, sementara motor listriknya menyumbang 181 dk.