Pengemudi Xpeng P7 Kasus ini mencuat setelah sang pengemudi mengunggah video di media sosial yang memperlihatkan dirinya melepas tangan dari setir saat melaju di jalan Hong Kong.Zhuhai–Macau. Dalam video yang viral sejumlah media sosial, pria itu terlihat mengemudikan sedan listrik Xpeng P7 sambil mengaktifkan sistem Navigation Guided Pilot, fitur bantuan mengemudi semi-otonom.Departemen Transportasi Hong Kong menegaskan sistem bantuan berkendara berbasis otomatis tidak boleh digunakan jika belum mendapat persetujuan resmi. Alasannya, aturan lalu lintas dan kondisi jalan di Hong Kong berbeda dengan di China daratan sehingga bisa memicu pelanggaran bahkan membahayakan pengguna jalan lain. Otoritas setempat menyebut kasus ini sedang diselidiki serius. Sang pengemudi telah diberi peringatan dan risikonya tidak main-main, izinnya untuk ikut skema Southbound bisa dicabut jika responsnya tidak memuaskan. Hong Kong juga sudah memberi tahu otoritas Guangdong mengenai pelanggaran tersebut. Bukan hanya itu, pemerintah Hong Kong juga kembali mengingatkan seluruh peserta program agar tidak mengaktifkan sistem mengemudi otomatis tanpa izin. Jika nekat tetap menggunakan, pengemudi bisa dikenakan denda hingga hukuman penjara sesuai regulasi lalu lintas yang berlaku.Program Southbound sendiri baru berjalan beberapa hari dan memiliki kuota 100 kendaraan per hari. Namun sejak dibuka, sejumlah pelanggaran mulai muncul. Selain kasus autopilot, ada juga insiden pengemudi yang kena tilang karena parkir sembarangan.Di sisi lain, pemerintah Hong Kong mengaku terus meningkatkan fasilitas bagi pengemudi dari China daratan, termasuk penyesuaian sistem parkir, pembayaran, hingga penambahan fasilitas pengisian daya untuk mobil listrik. Meski begitu, mereka menegaskan satu hal: teknologi canggih tetap harus tunduk pada aturan jalan raya.