Video kebakaran mobil Jetour T2 di ruas Tol Jagorawi pada Minggu (1/2/2026), kembali menyoroti soal keselamatan kendaraan dan perilaku pengemudi. Sorotan menguat karena Jetour T2 belum lama ini mengantongi peringkat lima bintang dalam uji tabrak New Car Assessment Program for Southeast Asian Countries (ASEAN NCAP), yang menandakan tingkat perlindungan tinggi bagi penggunanya. Namun anggota ASEAN NCAP Technical Committee, Adrianto Sugiarto Wiyono, menegaskan bahwa capaian keselamatan kendaraan tidak bisa dilepaskan dari faktor perilaku manusia di jalan. "Uji tabrak ASEAN NCAP dilakukan dengan menggunakan protokol tertentu yang menyesuaikan kondisi regionalnya, namun demikian proses terjadinya kecelakaan dapat bervariasi sehingga variabelnya pun dapat bertambah atau berkurang," ujar Adrianto yang akrab disapa Rian kepada Kompas.com, Selasa (3/2/2026). Rian menjelaskan, faktor manusia kerap menjadi penentu utama terjadinya kecelakaan, terlepas dari seberapa canggih kendaraan yang digunakan. "Dalam kasus Jetour T2, lokasi kejadian adalah di bahu jalan dan berkecepatan tinggi, padahal kita tahu bahwa bahu jalan tidak boleh digunakan kecuali untuk keadaan darurat. Selain itu, kualitas aspal pada bahu jalan biasanya berbeda dibandingkan dengan badan jalan karena memang peruntukannya juga berbeda," ujarnya. Ia menambahkan, penggunaan bahu jalan dapat meningkatkan risiko, mulai dari jarak pengereman yang menjadi lebih panjang hingga potensi kendaraan mengalami selip. Mobil paling banyak dites di GJAW 2025 "Kesimpulannya, faktor manusia, kendaraan, dan jalan memiliki pengaruh dalam keselamatan jalan. Namun karena kendaraan dan jalan adalah faktor yang pasif dan manusia yang aktif karena dapat mengambil keputusan maka manusialah penentu utamanya," katanya. "Secanggih apa pun kendaraan dan sebaik apa pun kualitas aspal jalan, jika perilaku manusianya tidak mendukung, peluang terjadinya kecelakaan tetap sangat mungkin terjadi," ujar Rian. Bahu Jalan Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan bahu jalan tol bukan jalan, ada beberapa fungsi bahu jalan yang sesuai aturan pemerintah. “Fungsi bahu jalan yang sebenarnya adalah untuk escape, patroli, ambulans, kendaraan berhenti karena rusak, bahu jalan bukan jalan tapi ruang untuk darurat,” ucap Sony kepada Kompas.com. “Ketidakmampuan pengemudi dalam menerjemahkan fungsi bahu jalan dan karakter kendaraan sering memicu terjadinya kecelakaan, rata-rata pengemudi melewati bahu jalan karena ingin mendahului,” ucap Sony. Jetour T2 ASEAN NCAP Dalam pengujian ASEAN NCAP, Jetour T2 menjalani serangkaian tes keselamatan dan mencatatkan skor total 86,50 poin. Jetour T2 menjadi salah satu model terakhir yang diuji menggunakan protokol penilaian ASEAN NCAP periode 2021–2025. Mulai Januari 2026, ASEAN NCAP menerapkan protokol penilaian baru untuk periode 2026–2030. Adapun penilaian Jetour T2 mencakup empat kategori utama, yakni perlindungan penumpang dewasa (Adult Occupant Protection/AOP) dengan skor 37,17 poin, perlindungan penumpang anak (Child Occupant Protection/COP) sebesar 15,94 poin. Kemudian fitur bantuan keselamatan (Safety Assist/SA) sebesar 17,14 poin, serta keselamatan pengendara sepeda motor (Motorcyclist Safety/MS) dengan raihan 16,25 poin. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang