Membaca warna busi merupakan cara sederhana untuk mengetahui kondisi pembakaran mesin. Dari warna dan kondisi elektroda, kita bisa mendiagnosis apakah mesin bekerja normal atau bermasalah. Cara ini umumnya dipakai oleh bengkel-bengkel pinggir jalan untuk mendiagnosis performa kendaraan, karena keterbatasan alat. Gio, pemilik bengkel motor Giovani Motor Cawas Klaten mengatakan kemampuan montir bengkel pinggir jalan justru bisa ditiru oleh konsumen di rumah. “Bengkel resmi umumnya punya peralatan lebih canggih, sebagai contoh untuk mendeteksi emisi dan performa motor bisa menggunakan alat diagnostik, tapi tak semua bengkel demikian,” ucap Gio kepada KOMPAS.com, Selasa (7/4/2026). Urgensi menggunakan alat diagnostik juga dinilai belum diperlukan untuk beberapa kasus kendaraan. Sehingga, cara-cara sederhana masih bisa digunakan. Cokelat “Warna ujung busi yang ideal adalah cokelat atau abu-abu. Ini menandakan pembakaran di mesin sempurna, campuran udara dan bahan bakar seimbang, serta mesin dalam kondisi sehat,” ucap Gio. Ilustrasi warna busi untuk mendiagnosis performa mesin Hitam kering “Jika busi berwarna hitam kering, itu menandakan campuran bahan bakar terlalu kaya. Artinya, bensin terlalu banyak dibandingkan udara,” ucap Gio. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh filter udara kotor, setelan karburator terlalu basah, atau injektor yang menyemprot kurang berbentuk kabut. Dampaknya adalah konsumsi BBM menjadi boros. Hitam basah Berbeda dengan hitam kering, busi hitam basah menunjukkan adanya oli yang masuk ke ruang bakar. Ini merupakan tanda masalah lebih serius. Ilustrasi busi motor “Penyebabnya bisa dari ring piston aus atau seal klep bocor. Jika dibiarkan, mesin bisa mengeluarkan asap putih dan performa menurun drastis, tanda lainnya asap knalpot pekat,” ucap Gio. Putih Warna busi putih seperti kapur, menandakan campuran bahan bakar terlalu miskin. Kondisi ini membuat mesin bekerja lebih panas dari normal. Penyebabnya bisa karena suplai bahan bakar kurang, injektor mampet, atau adanya kebocoran udara. “Umumnya tenaga kurang karena jumlah BBM tak sebanding dengan udara, bisa juga bikin boros BBM, yang paling pas adalah ideal,” ucap Gio. Busi aus Jika elektroda busi terlihat meleleh atau rusak, itu menunjukkan masalah serius seperti detonasi atau panas berlebih ekstrem pada mesin. “Ujung elektroda lama-lama bisa aus atau menipis, bisa karena suhu ekstrem atau usia pemakaian yang melampaui batas maksimalnya,” ucap Gio. Merah Ujung busi berwarna merah menandakan ada zat asing yang berada di ruang bakar, bisa air atau aditif lain yang tercampur lewat bahan bakar. Kondisi kerap dijumpai pada mesin yang punya riwayat overheating. Dengan rutin memeriksa warna busi, pemilik kendaraan bisa mendeteksi masalah lebih awal. Langkah ini membantu menjaga performa mesin tetap optimal dan mencegah kerusakan lebih parah. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang