Nama Polini dan Malossi sudah lama dikenal di kalangan pengguna skuter, termasuk Vespa. Dua brand aftermarket asal Italia ini kerap menjadi pilihan untuk meningkatkan performa skuter, baik untuk kebutuhan harian, touring, maupun balap. Meski sama-sama populer dan memiliki reputasi kuat di Eropa, karakter produk Polini dan Malossi berbeda. Pemilik Vespa yang mau upgrade perlu memahami kebutuhan sebelum menentukan pilihan. Polini Pemilik bengkel Scooter VIP, spesialis Vespa di Bekasi, Jawa Barat, Dennil Sagita, mengatakan perbedaan utama kedua brand tersebut terletak pada karakter produknya. “Mungkin dari pengalaman saya waktu sering ke bengkel, yang membedakan itu sebenarnya karakter antara yang satu dengan yang lain. Malossi punya dua tipe, begitu juga Polini, masing-masing ada yang untuk street performance dan ada yang khusus racing," kata Dennil kepada Kompas.com, Selasa (20/1/2026). "Ada tipe yang memang ditujukan untuk penggunaan harian atau daily, tapi ada juga yang benar-benar untuk balap. Jadi ini dua karakter yang berbeda,” ujar Dennil. Menurut Dennil, tidak ada jawaban tunggal soal mana yang paling bagus. Semuanya kembali pada kebutuhan pemilik Vespa. Paket suku cadang performa tinggi dari Malossi "Makanya, kalau ditanya mana yang paling enak, saya biasanya balik bertanya dulu, kebutuhannya untuk apa. Penggunaannya itu untuk harian, misalnya rumah–kantor, atau motor jarang dipakai, atau justru untuk touring. Touring jauh, misalnya Jakarta–Bali atau Jakarta–Bromo," ungkapnya. Dari sisi performa, Dennil menjelaskan Polini memiliki karakter yang kuat untuk kecepatan tinggi. "Kalau bicara top speed, karakternya memang Polini. Dia kuat di putaran RPM menengah sampai atas. Salah satu faktornya karena bobot roller Polini cenderung lebih berat," kata Dennil. "Tapi bukan berarti Polini tidak bagus di RPM bawah. Tetap bagus, hanya memang tidak seresponsif Malossi. Sementara Malossi, kalau ingin mendapatkan performa RPM menengah sampai atas, setelannya juga harus diberatkan,” katanya. Salah satu aksesori Polini yang dijual di Scooter VIP Selain CVT, perbedaan juga terlihat pada komponen kopling dan drum kopling yang ditawarkan masing-masing brand. "Menurut saya, masing-masing brand punya keunggulan sendiri. Untuk kopling dan drum kopling pun, mereka punya tipe yang berbeda. Drum kopling Polini menggunakan bahan crummy coating untuk membantu meredam panas," katanya. "Sedangkan Malossi unggul di bagian kopling. Kopling Malossi yang bernama Maxi Delta punya daya cengkeram yang sangat kuat. Selain itu, pairing kopling Malossi juga menurut saya lebih oke,” ucap Dennil. Namun, dari sisi penyetelan, Polini dinilai membutuhkan pemahaman lebih. Knalpot racing yang dijual oleh Scooter VIP "Sementara Polini agak sedikit lebih rumit kalau bicara setelan, terutama kalau belum paham. Sebenarnya tidak ribet, hanya perlu pemahaman saat menyetel,” kata dia. Meski begitu, Dennil menegaskan bahwa kedua brand tersebut aman dan mudah dipasang pada Vespa. "Keduanya plug and play (PnP) untuk Vespa, terutama mesin 150 cc. Kalau ditanya mana yang lebih bagus, jawabannya dua-duanya bagus, karena keduanya punya reputasi yang sangat baik di Eropa," ungkapnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang