— Tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin beragam. Jika sebelumnya hanya city car, kini pabrikan serius terjun di segmen SUV dan MPV. Salah satu contohnya terlihat dari upaya Wuling membawa Wuling Darion PHEV atau singkatan plug in hybrid electric vehicle. Kali ini Kompas.com mencoba membandingkan Wuling Cortez Darion PHEV dengan Chery Tiggo 8 CSH. Meski berasal dari segmen berbeda, yaitu Darion PHEV merupakan MPV, sementara Tiggo 8 CSH adalah SUV, keduanya menawarkan teknologi elektrifikasi modern tapi dengan karakter yang kontras yaitu fungsionalitas keluarga ala MPV dan ketangguhan SUV. Wuling Cortez Darion PHEV Eksterior Wuling Cortez Darion PHEV hadir dengan gaya sporty dan elegan. Gril depan terbuka dengan aksen krom dan kisi horizontal, membuat tampilannya lebih agresif namun tetap berwibawa. Sementara Chery Tiggo 8 CSH tampil lebih berotot dan premium. Gril besar berlapis krom memberi kesan SUV keluarga kelas atas. Jika Darion tampak modern dan rapi khas MPV, maka Tiggo 8 justru memancarkan aura tangguh nan elegan, dua pendekatan desain berbeda untuk segmen konsumen yang juga berbeda. Chery Tiggo 8 CSH Interior Masuk ke dalam kabin, Wuling Darion PHEV mengandalkan konfigurasi tiga baris kursi (2+2+3) dengan captain seat di baris tengah. Nuansa warna Walnut Brown dan Carbon Black menambah kesan hangat. Jok kulit sintetis, setir multifungsi, dan material soft touch di beberapa titik menjadikan kabin terasa nyaman dan berkelas. Sementara Chery Tiggo 8 CSH lebih menonjolkan kemewahan dan kenyamanan. Kabin dilapisi kulit asli, dilengkapi panoramic sunroof dan sistem audio 10 speaker berkualitas tinggi. Kemudian layar ganda digital menambah kesan futuristik sekaligus menunjukkan perhatian Chery pada detail interior. Interior Chery Tiggo 8 CSH Fitur dan Teknologi Darion PHEV dibekali fitur modern seperti Smart Electric Tailgate, Autocomfort Sliding Door, hingga Internet of Vehicle (IoV) yang memungkinkan pemilik memantau kendaraan dari jarak jauh. Semua pengaturan, mulai dari pencahayaan kabin hingga AC, bisa diakses lewat layar sentuh besar berukuran 12,8 inci. Di sisi lain, Tiggo 8 CSH juga tidak kalah canggih dengan sistem infotainment layar ganda dan kontrol digital di konsol tengah. Namun, pendekatannya lebih ke arah kenyamanan dan kemewahan, bukan sekadar fungsionalitas. Performa dan Penggerak Darion PHEV memadukan mesin bensin 1.490 cc dengan motor listrik bertenaga 195 Tk dan torsi 230 Nm. Sistemnya memakai transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang halus dan efisien, serta mampu berjalan dalam tiga mode: listrik murni, hybrid seri, dan hybrid paralel. Tenaga listriknya bersumber dari baterai 20,5 kWh yang dapat menempuh jarak hingga 125 km dalam mode EV murni. Dengan tambahan tangki bahan bakar 52 liter, total jarak tempuhnya juga cukup jauh untuk kebutuhan harian maupun perjalanan luar kota. Wuling Cortez Darion PHEV Sementara itu, Chery Tiggo 8 CSH dibekali mesin 1.5 liter turbo dengan sistem hybrid DHT, menghasilkan tenaga gabungan 240 PS dan torsi 545 Nm. SUV ini memprioritaskan kesenyapan dan kenyamanan berkendara, dengan tangki bahan bakar lebih besar (61 liter) dan baterai 19,27 kWh yang mampu melaju hingga 90 km dalam mode EV. Harga Tipe CE : Rp 439.000.000 · Tipe EX : Rp 489.000.000 *Harga early bird privilage untuk 1.500 konsumen pertama Tiggo 8 CSH Mulai dari RP 509.900.000 Menguji kemampuan efisiensi bahan bakar Tiggo 8 CSH dari Jakarta ke Bandung. Kesimpulan Wuling Cortez Darion PHEV cocok bagi konsumen yang mencari MPV elektrifikasi fungsional dengan kabin luas, fitur lengkap, dan efisiensi tinggi. Sementara Chery Tiggo 8 CSH lebih menyasar pengguna yang mengutamakan kemewahan, kenyamanan, dan tampilan SUV premium. Dua model ini memperlihatkan arah baru elektrifikasi di Indonesia, yaitu bukan lagi soal siapa yang paling murah, tapi siapa yang paling mampu menyesuaikan gaya hidup penggunanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.