Polini dan Malossi merupakan dua brand aftermarket asal Italia yang sangat populer di kalangan pengguna Vespa. Keduanya dikenal memiliki kualitas tinggi, performa mumpuni, serta reputasi kuat di Eropa maupun Indonesia. Selain soal karakter produk, pertanyaan yang paling sering muncul di kalangan pengguna Vespa adalah soal harga. Apakah Polini lebih mahal dibanding Malossi, atau justru sebaliknya? Scooter VIP Pemilik bengkel Scooter VIP, spesialis Vespa di Bekasi, Jawa Barat, Dennil Sagita, mengatakan harga produk Polini dan Malossi sebenarnya relatif dan tidak bisa disamaratakan. “Tapi semua ini kembali ke budget masing-masing. Budget setiap orang berbeda-beda. Untuk harga, kadang Polini lebih mahal, tapi di beberapa varian atau part tertentu justru Malossi yang lebih mahal,” ujar Dennil kepada Kompas.com, Selasa (20/1/2026). Sebagai gambaran harga di pasaran, untuk produk yang setara, misalnya CVT kit Vespa matic 150 cc, harga Polini umumnya berada di kisaran Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta, tergantung tipe dan spesifikasi. Sementara CVT kit buatan Malossi untuk model dan kapasitas mesin yang sama dibanderol di kisaran Rp 2,6 juta hingga Rp 3,1 juta. Paket suku cadang performa tinggi dari Malossi Perbedaan harga tersebut biasanya dipengaruhi oleh tipe produk (street performance atau racing), material, serta teknologi yang digunakan. Menurut Dennil, selain harga, kebutuhan penggunaan Vespa juga sangat menentukan pilihan brand. "Jadi semuanya kembali lagi ke budget. Selain itu, kebutuhan juga berbeda-beda. Ada yang merasa pemakaiannya cukup di dalam kota saja," katanya. Untuk penggunaan harian di perkotaan, terutama dengan kondisi lalu lintas padat, Malossi dinilai lebih cocok. Polini "Kalau penggunaan di dalam kota, saya pribadi mungkin lebih pilih Malossi, terutama untuk kondisi stop and go. Karena pemakaiannya tidak di RPM yang tinggi-tinggi," ucap Dennil. "Rata-rata pengguna di Jakarta kan seperti itu, kota metropolitan, mau ke mana-mana juga macet. Mau top speed juga percuma, karena di mana-mana macet. Dalam kondisi seperti itu, mungkin saya lebih memilih Malossi," jelasnya. Sebaliknya, untuk penggunaan jarak jauh seperti touring, Polini dinilai lebih unggul. "Tapi kalau untuk touring, riding, dan jarak jauh, saya lebih suka karakter Polini. Namun kembali lagi, ini tergantung kebutuhan. Motor Vespa saya sendiri, karena dipakai harian, justru saya menggunakan Polini," kata Dennil. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang