Nama Polini dan Malossi sudah tidak asing lagi. Dua merek aftermarket asal Italia ini dikenal luas di dunia skuter, termasuk Vespa, baik untuk penggunaan harian dan balap. Keduanya punya sejarah panjang dan reputasi kuat di Eropa. Tak heran, banyak pemilik Vespa penasaran saat ingin menentukan pilihan, mana yang lebih bagus antara Polini atau Malossi. Dennil Sagita, pemilik bengkel Scooter VIP, spesialis Vespa di Bekasi, Jawa Barat, mengatakan pertanyaan tersebut sebenarnya sudah lama muncul di kalangan pecinta skuter. Paket suku cadang performa tinggi dari Malossi “Pada dasarnya, keduanya itu sama, sama-sama bagus dan sama-sama sudah teruji di lintasan balap," kata Dennil kepada Kompas.com, Selasa (20/1/2026). "Jadi menurut saya, keduanya sama-sama memiliki reputasi dan nama baik di dunia otomotif roda dua, terutama di Eropa,” ujar Dennil. Menurutnya, tidak ada jawaban mutlak soal mana yang lebih unggul. Pasalnya, perbedaan Polini dan Malossi lebih terletak pada karakter produk yang ditawarkan. “Adapun yang benar-benar membedakan sebenarnya adalah karakter. Malossi cenderung lebih ke arah race, lebih ke sport performance atau street performance. Namun bukan berarti ekstrem, karena tetap nyaman digunakan untuk harian, touring, maupun riding,” kata Dennil. Vespa Balap VBB 1965 Ia menjelaskan, Malossi cenderung cocok untuk penggunaan di perkotaan dengan kondisi lalu lintas yang padat. “Karena karakternya berbeda, Polini dan Malossi sama-sama bagus, hanya berbeda karakter. Malossi lebih cocok untuk stop and go, penggunaan harian di perkotaan. Karakter RPM-nya responsif dari putaran bawah hingga menengah,” ujarnya. Sementara itu, Polini memiliki karakter yang berbeda. Brand ini lebih menekankan ketahanan dan performa di putaran mesin yang lebih tinggi. Italjet Dragster Malossi Edition “Sementara Polini lebih mengedepankan endurance dan durability. Karakternya kuat dari RPM menengah hingga ke kecepatan puncak,” kata Dennil. Perbedaan karakter tersebut, lanjut Dennil, tidak lepas dari desain teknis masing-masing komponen, terutama pada sistem CVT. “Hal ini dipengaruhi oleh sudut dan derajat kemiringan pada komponen CVT, yang memang berbeda antara Polini dan Malossi,” tuturnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang