Dalam memilih motor harian, sebagian orang masih skeptis dengan produk keluaran merek Eropa. Vespa matik misalkan, dianggap rewel dan cukup mahal untuk digunakan sehari-hari. Padahal Vespa matik keluaran terbaru bisa dikatakan motor yang bisa diandalkan. Teknologi mesinnya sudah modern dan sekarang semakin banyak bengkel spesialis yang bisa merawatnya, tidak harus ke diler resmi. Misalkan mau menggunakan Vespa matik untuk harian, bagaimana cara merawatnya secara rutin? Grit Scooter Garage, bengkel spesialis Vespa di Jakarta Johanes Victorio atau Jovic, Co-Founder Grit Scooter Garage, bengkel spesialis Vespa menjelaskan, gunakan Vespa matik seperti motor pada umumnya saja, plus harus sayang dengan motornya. "Misal wara-wiri naik motor itu, kan terasa, kenapa enggak enak ya, itu tandanya untuk servis, bukan dibiarkan. Lalu kalau ada kerusakan, diganti, bukan dibiarkan sampai akhirnya jadi merembet, gantinya banyak, itu yang bikin pusing," kata Jovic kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2026). Buat servis rutin, Jovic menyarankan pakai patokan 2.000 Km atau dua bulan sekali, mana yang lebih dulu. Karena kalau dipakai di perkotaan, kena macet, mesin juga perlu diservis. "Jakarta itu 2.000 Km belum termasuk macet. Mesin tetap kerja, tapi kan jaraknya tidak jauh, sulit kalau patokannya pakai waktu mesin menyala, makanya antara 2.000 Km atau dua bulan saja patokan untuk servisnya," kata Jovic. Jovic menjelaskan, servis Vespa matik lebih kurang sama saja dengan skuter matik. Setiap 2.000 Km dilakukan servis ringan, CVT, injector cleaner, ganti oli gardan, sama oli mesin. "Ada juga per 6.000 Km, tambahan pembersihan bagian dalam mesin. Lalu per 8.000 Km sekalian ganti filter oli, engine flush, dan fuel system maintenance," kata Jovic. Untuk biayanya, siapkan saja sekitar Rp 200.000 untuk servis ringan. Alhasil jika setahun maka bisa menghabiskan biaya sampai Rp 1 jutaan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang