Honda Sonic 150R vs Suzuki Satria F150 Pasar motor ayam jago 150 cc sebenarnya tidak besar-besar amat, namun ia punya daya magnet yang tidak pernah putus. Dua nama yang sampai hari ini masih terus jadi bahan debat di pojokan warung kopi, adalah Honda Sonic 150R dan Suzuki All New Satria F150. Keduanya memang bukan motor untuk orang yang sekadar ingin dari titik A ke B. Keduanya adalah motor untuk orang yang ingin mengirimkan pesan visual ke jalan raya: bahwa ia suka kecepatan, suka flicking dari celah ke celah, dan ingin tampil beda di antara dominasi skutik harian.Kalau bicara harga terbaru on the road Jakarta, dilihat VIVA Otomotif di laman resmi masing-masing merek, Rabu 5 November 2025, Sonic 150R resmi dipasarkan Rp 28.790.000. Satria F150 versi standar Rp 29.165.000. Dan kalau mau sentuhan gengsi ekstra, Suzuki juga menyediakan All New Satria F150 Special Edition yang justru biasanya lebih jadi bahan obrolan, dengan banderol Rp 31.015.000.Jadi dari segi nominal semata, Honda adalah yang paling murah di rak jual. Jaraknya dengan Satria standar sejatinya tidak menganga, namun ketika sebuah motor sudah sampai pada level jadi simbol identitas, satu juta dua juta rupiah sering kali tidak lagi dipandang sebagai “selisih”, melainkan “lapisan prestise”. Karakter Sonic bisa dibilang Honda banget. Ia runcing, ramping, bentuknya tenang, tidak banyak drama. Posisi berkendaranya cenderung tidak memaksa. Sonic terasa seperti motor yang bisa langsung klop ke tubuh kebanyakan pengendara tanpa banyak adaptasi. Satria beda. Dari dulu, Satria lebih memilih bahasa desain yang flamboyan. Bodi lebih padat, feel-nya lebih garang, visualnya lebih mengintimidasi. Di jalan, detail seperti ini mempengaruhi cara orang melihat Anda. Lalu bicara mesin, di sinilah basis fanatisme Satria bertahun-tahun dibangun. Satria itu bukan cuma kencang, tapi “terasa” kencang. Dari dulu ia membawa reputasi rajanya trek lurus.Sonic tidak bisa disebut pelan, performanya tetap memadai, hanya saja karakter mesinnya lebih kalem, lebih refined, lebih sopan. Di tol dalam kota ketika kesempatan narik gas penuh muncul 5 detik, keduanya sama-sama bisa memuaskan ego kecil di belakang helm.