Tata letak penggerak pada mobil listrik menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi karakter berkendara. Hal ini pula yang membedakan lini Hyptec dengan Aion. Jika Aion umumnya mengandalkan penggerak roda depan (front wheel drive/FWD), Hyptec justru mengusung penggerak roda belakang (rear wheel drive/RWD). Perbedaan ini bukan tanpa alasan, melainkan disesuaikan dengan karakter produk yang ingin ditawarkan ke konsumen. Komunitas Hyptec Owner Club (HOC) melakukan touring dan camping di Tenjo Laut, kawasan lereng Gunung Ciremai, pada 1?2 November 2025. Product Planning and Strategy GAC Indonesia, Iqbal Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa masing-masing sistem penggerak memiliki keunggulan tersendiri. "Sebenarnya kalau penggerak depan memang terkenal efisiensinya lebih tinggi ya. Sama halnya kalau kayak di mobil bensin. Sebenarnya di mobil listrik penggerak belakang akan jauh lebih baik," kata Iqbal kepada Kompas.com, belum lama ini. "Kenapa? Karena artinya posisi motor listriknya juga di belakang. Dia bisa lebih hemat space karena di bagian depan bisa ditambahkan bagasi tambahan, front trunk," ujarnya. Tes tabrak Hyptec HT di China Bagasi depan atau yang sering disebut frunk ini menjadi nilai tambah bagi konsumen, karena memberikan ruang penyimpanan ekstra yang tidak bisa ditemukan pada mobil dengan penggerak roda depan. Performa dan Torsi Selain soal akomodasi, alasan mendasar Hyptec menggunakan RWD adalah untuk mengejar karakteristik mobil high-performance. Secara mekanikal, mendorong beban dari belakang dianggap lebih efektif dalam menyalurkan tenaga ke aspal dibandingkan menarik dari depan. "Nah terus yang kedua karena mungkin ini, mobil kami terutama line up yang Hyptec fokusnya ke arah-arah performance. Jadi motornya ditaruh di belakang supaya tenaga yang dihasilkan lebih besar," jelas Iqbal. Test drive Hyptec HT Iqbal memberikan perumpamaan sederhana untuk memudahkan pemahaman masyarakat awam mengenai perbedaan rasa berkendara antara keduanya. "Karena ibarat logikanya kalau kita menarik sama dorong kan lebih enak dorong ya. Nah sama halnya di mobil juga kayak gitu. Jadi makanya dengan motor listrik yang cukup besar, kemudian diletakkan di belakang sehingga outputnya bisa, torsinya bisa lebih besar juga," kata Iqbal. Dengan konfigurasi ini, diharapkan mampu memberikan traksi yang lebih baik saat akselerasi, serta pengendalian yang lebih presisi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang