Setelah membahas impresi desain fisiknya yang sekilas mirip dengan skutik bensin konvensional, kali ini saya akan membedah sektor performa dan spesifikasi teknis dari Indomobil Emotor Sprinto. Sebagai pemain baru di segmen motor listrik seharga Rp 25 jutaan, konfigurasi di atas kertas yang ditawarkan motor ini tergolong cukup kompetitif. Indomobil Emotor membekali Sprinto dengan spesifikasi performa yang berfokus pada efisiensi berkendara komuter, namun tetap memiliki angka torsi yang cukup mencengangkan untuk skutik harian. Indomobil Emotor Sprinto Dapur Pacu dan Performa: Torsi Melimpah Instan Sektor penggerak menjadi poin yang menarik untuk diperhatikan. Sprinto menggunakan motor listrik (dinamo) berdaya 3,5 kW hub drive. Menariknya, klaim torsi maksimal yang dihasilkan motor ini mampu menyentuh angka 195 Nm. Karakter instan khas motor listrik dengan torsi sebesar ini tentu menjanjikan akselerasi yang responsif untuk penggunaan stop-and-go di perkotaan. Untuk menunjang kenyamanan berkendara, terdapat fitur 3-speed atau tiga pilihan mode berkendara yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan yakni Comfort, Sport, dan Boost. Indomobil Emotor Sprinto Berbicara mengenai kecepatan, skutik listrik ini diklaim mampu dipacu hingga kecepatan maksimal 90 km/jam. Kemampuan Baterai dan Jarak Tempuh Beralih ke sektor sumber daya, Indomobil Emotor Sprinto menggunakan jenis baterai Lithium berkapasitas 2,45 kWh. Komponen baterai ini juga telah mengantongi sertifikasi IP 67 Protection, yang berarti memiliki ketahanan yang baik terhadap debu dan rendaman air pada batas tertentu. Dalam kondisi baterai terisi penuh, pihak pabrikan mengklaim Sprinto dapat menjelajah dengan jarak tempuh maksimal hingga 110 km. Jarak tempuh ini menurut saya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian. Indomobil Emotor Sprinto Dimensi Ringkas dan Sektor Kaki-kaki Secara fisik, Sprinto memiliki dimensi yang terbilang pas untuk ukuran postur rata-rata orang Indonesia. Motor ini memiliki panjang 1.980 mm, lebar 745 mm, dan tinggi 1.115 mm. Jarak sumbu rodanya berada di angka 1.360 mm dengan ground clearance mencapai 150 mm. Bobot kosong motor ini berada di angka 107,5 kg, mirip-mirip dengan berat skutik bensin kelas 110–125 cc. Ketinggian joknya juga tergolong ramah, yakni 770 mm, sehingga pengendara tidak perlu terlalu khawatir kaki akan menggantung saat berhenti. Indomobil Emotor Sprinto Untuk menopang bobot tersebut, suspensi depan mengandalkan jenis Telescopic Fork, dipadukan dengan suspensi belakang yang menggunakan Coil Spring dan Hydraulic Shock Absorber. Sementara pada area roda, bannya menggunakan ukuran 90/90-14 di bagian depan dan 100/80-14 di bagian belakang. Sektor pengereman di kedua roda juga sudah diperkuat oleh sistem Disc Brake atau rem cakram. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang