JAKARTA, KOMPAS.com – Tren pembelian motor listrik Indomobil Emotor menunjukkan fenomena menarik. Sebab, mayoritas pembelian motor listrik didominasi pembelian tunai. CEO Indomobil Emotor Pius Wirawan mengatakan, mayoritas konsumen memilih membayar langsung karena mempertimbangkan efisiensi biaya secara keseluruhan. “Sebagai gambaran, pembelian produk kita itu anomali, 80 persen (bayar) tunai," kata Pius menjawab Kompas.com, belum lama ini di Jakarta. Motor listrik Indomobil Emotor QT Pius mengatakan, banyaknya konsumen yang membeli tunai bukan karena tidak ada leasing atau lembaga pembiayaan, namun karena konsumen pandai "berhitung." "Oh tidak juga, leasing kita sudah support ada dua, DP pun kita buatkan. Karena mereka bisa berhitung dan pede. Sprinto, Tyrrano itu saya sempat dikejar, mana nih sudah lunas tidak dikirim," katanya. "Jadi menurut saya bukan ke situ, tetapi karena mereka bisa berhitung. Kalau mereka beli cash atau melalui cicilan. Total biaya yang harus mereka bayarkan berapa itu bisa dihitung," kata Pius. Test ride Indomobil Emotor QT Ia menjelaskan, konsumen motor listrik saat ini cenderung rasional. Mereka membandingkan total biaya pembelian secara tunai dengan cicilan, lalu memilih opsi yang dianggap paling menguntungkan. Menurut Pius, hal ini juga didorong oleh karakter pembeli motor listrik yang umumnya sudah memahami manfaat jangka panjang, termasuk efisiensi biaya operasional. Saat ini, Indomobil Emotor memiliki empat model motor listrik, yakni Adora, Tyranno, Sprinto, dan model terbaru QT. Motor listrik Indomobil Emotor QT Dari sisi penjualan, tiga model utama masih menjadi tulang punggung. Tyranno dan Adora masing-masing menyumbang sekitar 40 persen, sementara Sprinto sekitar 20 persen. “Sekarang penjualan saya itu hampir 40-40-20. Sekitar 40 persen Tyrrano, 40 persen Adora, dan 20 persen Sprinto. Tetapi angkanya sudah mulai bergeser. Adora dengan Sprinto ini sudah mulai seimbang sekarang,” ujar Pius. Sementara itu, model QT yang baru diluncurkan masih dalam tahap awal sehingga kontribusinya belum signifikan terhadap total penjualan. Sebagai pemain baru di pasar, Pius menilai capaian penjualan tahun pertama cukup positif. "Total tahun lalu, kita kan merek baru. Tahun lalu kita sekitar 8.000 unit sejak launching Februari (2024)," kata Pius. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang