Honda Brio, Toyota Agya, dan Daihatsu Ayla sama-sama bermain di segmen city car dan Low Cost Green Car (LCGC). Ketiganya dikenal terjangkau, irit bahan bakar, serta memiliki biaya perawatan yang relatif ringan. Adapun di pasar mobil bekas, konsumen ketiganya disebut punya karakter yang berbeda. Agus, pemilik Focus Motor yang berlokasi di Pasar Mobil Bekas Mangga Dua Square, Jakarta Utara, mengatakan ada perbedaan kecenderungan peminat di lapangan. Toyota Agya GR Sport di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 “Kalau di kelas LCGC, city car untuk Brio, Agya, Ayla laku semua. Tapi lebih laku di Agya dan Alya karena mungkin buat di Grab (taksi online) ya,” kata Agus kepada Kompas.com, Minggu (11/1/2026). Menurut Agus, "si kembar" yaitu Agya dan Ayla lebih sering diburu konsumen yang mencari mobil untuk kebutuhan operasional, termasuk transportasi online. Faktor harga yang lebih terjangkau dan ketersediaan unit di pasar bekas menjadi daya tarik utama. Sedangkan Brio memiliki ceruk pasar yang sedikit berbeda. Hal ini juga diyakini oleh Andi, pemilik showroom mobil bekas Jordy Motor di MGK Kemayoran, Jakarta. “Mungkin kalau Brio itu jarang yang setahu saya dipakai buat (taksi) online. Kalau Agya kan banyak. Agya sama Ayla banyak yang dipakai buat online,” ujarnya. Daihatsu Ayla 1.2 R ADS di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 “Itu kebanyakan yang beli Brio itu ibu rumah tangga, anak kuliah, yang baru-baru ingin punya mobil,” ujar Andi. Perbedaan pola penggunaan tersebut ikut memengaruhi persepsi konsumen mobil bekas. Brio kerap dinilai lebih cocok bagi pembeli pemula atau konsumen yang mencari kendaraan harian dengan pemakaian ringan. Dengan karakter pembeli yang berbeda, persaingan Brio, Agya, dan Ayla di pasar mobil bekas bukan hanya soal harga, tetapi juga soal citra dan kebutuhan pengguna. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang