Karakter pembeli mobil di segmen atas ternyata memiliki pola yang berbeda dibandingkan konsumen kendaraan entry level. Hal ini terlihat dari tipikal konsumen Jaecoo J8 ARDIS dan J8 SHS ARDIS, produk paling mahal yang dipasarkan oleh brand asal Tiongkok tersebut dengan harga Rp 699,9 juta sampai Rp 828 juta. Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, mengungkapkan bahwa mayoritas pembeli varian tertinggi umumnya bukan pembeli mobil pertama. Kendaraan tersebut kerap dijadikan sebagai mobil ketiga atau bahkan lebih, sehingga keputusan pembelian cenderung tidak didorong kebutuhan utama, melainkan gaya hidup dan preferensi. Peluncuran Jaecoo J8 SHS ARDIS “Untuk varian atas seperti J8, biasanya konsumen sudah punya kendaraan lain. Jadi ini lebih ke penambahan unit,” ujar Ilham saat ditemui di IIMS 2026 di Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Ilham juga menjelaskan bahwa secara kemampuan finansial, tidak sedikit konsumen yang sebenarnya mampu membeli secara tunai. Namun menariknya, sebagian dari mereka tetap memilih skema kredit, bukan karena keterbatasan dana, melainkan strategi pengelolaan keuangan. Menurut Ilham, ada konsumen yang membayar uang muka dalam jumlah besar, bahkan DP hingga sekitar 75 persen dari harga kendaraan, lalu melunasi sisanya melalui cicilan dengan tenor singkat, misalnya satu tahun. Skema ini dipilih untuk mendapatkan berbagai manfaat dari layanan pembiayaan atau leasing. “Sebagian memang bisa cash, tapi ada yang sengaja ambil kredit karena ingin memanfaatkan benefit dari leasing. Biasanya DP besar, sisanya dicicil sebentar saja. Benefitnya biasanya ada warranty, menambah poin dari penyedia jasa keuangan, dan lainnya,” kata dia. Sementara itu, tipikal pembeli varian terbawah memiliki pendekatan yang berbeda. Konsumen di segmen ini umumnya lebih mempertimbangkan aspek fungsional dan nilai guna sebagai kendaraan utama, sehingga keputusan pembelian lebih terkait kebutuhan mobilitas sehari-hari. Jaecoo J8 ARDIS hadir di segmen SUV premium dengan mesin bensin turbo 2.000 cc yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 245 hp dengan torsi 385 Nm. Sedangkan J8 SHS ARDIS dibekali mesin 1.500 cc dengan tenaga 530 hp dan torsi 650 Nm. Model ini juga dibekali sistem penggerak semua roda (AWD) serta sejumlah fitur kenyamanan dan keselamatan modern yang menjadi daya tarik di kelasnya. Khusus untuk J8 SHS ARDIS merupakan mobil PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) atau dikenal dengan Super Hybrid System (SHS). KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang