— Irit dan kompak, dua hal itu yang terlintas saat mendengar Daihatsu Ayla. Mobil LCGC ini memang memiliki daya tarik yang kuat bagi mereka yang membutuhkan mobil ringkas untuk penggunaan harian. Hal itulah yang dirasakan Rendesqa Watcita, pemilik Daihatsu Ayla X tahun 2014 yang sudah bersama mobil ini sejak baru keluar dari diler. Odometer Ayla miliknya kini menunjukkan 76.630 kilometer, sebagian besar hasil pemakaian dalam kota. Renka, panggilannya, mengatakan Ayla adalah jawaban untuk mobil yang simpel dan irit. “Ayla itu keunggulannya sudah pasti irit. Bentuknya kecil dan kompak, jadi enak dipakai di dalam kota. Untuk parkir di mal juga lebih mudah dibanding mobil lain karena dia termasuk city car,” katanya kepada , belum lama ini. Sebagai pemilik tangan pertama, Renka cukup hafal karakter Ayla. Biaya ganti oli standar sekitar Rp 400.000, dan ia biasanya melakukan servis di bengkel dekat rumah. Dia mengaku saat ini mobilnya sudah jarang dipakai. Adapun, biaya perawatan rutin hanya berada di kisaran Rp 750.000 hingga Rp 1 juta setiap 3–6 bulan. Mobilnya bahkan sempat beberapa kali masuk asuransi hingga masa perlindungannya habis. “Dulu waktu beli, harganya lebih murah dibanding Brio, sedangkan di tahun itu Brio yang banyak dijual. Harga Brio di atasnya dia, kalau tidak salah waktu itu sudah keluar tipe Satya (Brio LCGC) dan tetap lebih mahal. Suku cadangnya juga lebih mahal,” katanya. Daihatsu Ayla 2014 Penggemar touring motor dan memasak ini juga menilai kabin Ayla terasa lebih lega dibanding beberapa kompetitor. “Saya pernah coba bawa Brio lama, kabinnya terasa lebih sempit, sementara Ayla lebih lega,” ujarnya. Namun, bukan berarti Ayla tanpa kekurangan. Perpindahan gigi matik dirasakannya kurang halus, terutama saat perpindahan awal. Kemudian, kabinnya termasuk berisik. “Saat macet dan gas ditekan lebih dalam, juga terasa agak kasar. Kalau digas pelan-pelan, perpindahan giginya tetap sedikit menyentak. Kabinnya juga kurang kedap, dan kalau hujan deras suaranya cukup berisik,” kata Renka. Meski begitu, Ayla kembali unggul saat bicara konsumsi bensin. “Ayla bisa mencapai 1:20 kalau kakinya sekolah, ya, kalau kondisi jalan lancar. Kalau macet bisa 1:15, tapi belum pernah di bawah angka itu,” tuturnya. Dengan segala plus-minusnya, Renka menyimpulkan Ayla adalah mobil yang pas untuk pengguna yang mengutamakan efisiensi. “Cocok untuk orang yang ingin membeli mobil sebagai mobil pertama, dan cocok untuk dipakai harian,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.