Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat sebagian pemilik kendaraan mulai mempertimbangkan untuk mengganti jenis bahan bakar. Namun, penggunaan BBM tidak bisa hanya melihat harga murah atau mahal. Pemilik kendaraan tetap harus menyesuaikan bahan bakar dengan spesifikasi mesin yang direkomendasikan pabrikan agar performa kendaraan tetap optimal dan komponen mesin tidak cepat rusak. Tri Yuswidjajanto Zaenuri menegaskan bahwa penggunaan BBM yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan tetap berisiko, baik BBM murah maupun mahal. “Kalau sesuai spesifikasi meski murah akan aman. Walaupun mahal kalau tidak sesuai spesifikasi berpotensi menimbulkan kerusakan,” kata Tri kepada Kompas.com, baru-baru ini. Tri menjelaskan, ketidaksesuaian oktan dapat membuat proses pembakaran di ruang mesin menjadi tidak optimal. Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). Pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tidak akan mengalami kenaikan dan memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia. Dampaknya bisa membuat tarikan kendaraan terasa berat, konsumsi BBM lebih boros, hingga memicu munculnya endapan karbon akibat pembakaran yang tidak sempurna. Menurut Tri, kondisi tersebut bisa terjadi pada kendaraan berkompresi rendah yang seharusnya menggunakan BBM RON 90-92, tetapi justru diisi RON 98 dengan asumsi performa akan lebih baik. Padahal, oktan yang terlalu tinggi juga dapat membuat pembakaran kurang efektif sehingga performa kendaraan justru menurun. Hal serupa juga berlaku pada kendaraan bermesin diesel, Tri mengatakan, penggunaan solar dengan harga lebih mahal belum tentu cocok apabila Cetane Number (CN) tidak sesuai dengan kebutuhan mesin yang direkomendasikan pabrikan. Jika CN terlalu rendah atau terlalu tinggi, injektor dapat lebih cepat kotor dan emisi kendaraan meningkat. Tri pun mengingatkan pemilik kendaraan agar selalu merujuk buku manual atau rekomendasi resmi pabrikan sebelum memilih BBM. “Selama mengikuti spesifikasi, mesin akan bekerja optimal tanpa memandang murah atau mahalnya BBM,” ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang