Memarkir mobil matik terlihat sederhana, tetapi masih banyak pengemudi yang keliru dalam urutan mengoperasikan tuas transmisi dan rem parkir. Padahal, kebiasaan tersebut dapat memberikan beban berlebih pada komponen transmisi sehingga berpotensi mempercepat kerusakan jika dilakukan terus-menerus. Menurut Lung Lung, pemilik bengkel Dokter Mobil, pengemudi juga tidak boleh sembarangan saat mengoperasikan rem parkir. "Pada mobil matik, pengemudi harus memastikan tuas transmisi berada di posisi 'P' dengan benar dan tidak menarik rem tangan sebelum kendaraan benar-benar berhenti. Jika dilakukan sembarangan, transmisi bisa terbebani dan menyebabkan kerusakan pada sistem," ucap Lung Lung, kepada Kompas.com, belum lama ini. Test drive Jaecoo J7 SHS-P Saat parkir pengemudi harus memastikan mobil telah berhenti sepenuhnya sebelum memindahkan tuas transmisi ke posisi P. Dengan begitu, mekanisme pengunci transmisi dapat bekerja sebagaimana mestinya. Langkah ini juga membantu mengurangi tekanan pada komponen pengunci transmisi saat kendaraan diparkir, terutama di jalan yang tidak rata atau menanjak. Jika tuas dipindahkan ke posisi P sebelum kendaraan benar-benar berhenti, komponen internal transmisi akan menerima beban berlebih yang berpotensi memperpendek usia pakainya. Selain itu, sebelum memindahkan tuas ke posisi P, pengemudi juga disarankan untuk terlebih dahulu menarik rem tangan atau rem parkir. "Rem tangan berfungsi untuk menahan mobil agar tidak bergerak, memberikan tekanan merata pada transmisi, dan menghindari beban berlebih pada komponen pengunci transmisi," kata Lung Lung. Dengan menerapkan cara parkir yang benar, usia transmisi matik dapat lebih awet sekaligus meminimalkan biaya perawatan akibat kesalahan kecil saat memarkir kendaraan. Selain itu, kebiasaan sederhana ini juga dapat menjaga performa transmisi tetap optimal dalam jangka panjang.