— Membiarkan tangki terlalu lama dalam kondisi minim bahan bakar dapat membuat kotoran di dasar tangki ikut tersedot ke sistem bahan bakar. Pemilik bengkel AD Oya, Widodo, mengatakan, tangki yang sering dibiarkan kosong lebih rentan mengalami penumpukan kotoran. Endapan yang selama ini berada di dasar tangki dapat lebih mudah teraduk ketika kendaraan digunakan dengan volume bahan bakar yang sedikit. Kondisi tersebut membuat kotoran berpotensi ikut tersedot ke sistem bahan bakar. “Selain itu, kotoran akan cepat naik. Kalau sudah parah, nanti membuat tangki kotor dan harus dikuras,” kata Widodo kepada Kompas.com, belum lama ini. Ilustrasi tangki BBM keropos Kotoran yang ikut terhisap kemudian dapat mengalir menuju filter bahan bakar. Komponen tersebut berfungsi menyaring kotoran agar tidak masuk lebih jauh ke sistem suplai bahan bakar. Jika jumlah kotoran terlalu banyak, filter bisa tersumbat. Akibatnya, aliran bensin menuju mesin menjadi tidak optimal. Dalam kondisi yang lebih parah, gangguan suplai bahan bakar bahkan dapat membuat mobil kehilangan tenaga hingga mogok. “Kotorannya naik ke filter, kemungkinan terburuknya bisa mogok karena mampet filternya,” kata Widodo. Ilustrasi indikator bensin mendekati garis merah. Kondisi tangki bahan bakar yang mulai kotor sebenarnya dapat diketahui dari gejala yang muncul saat mobil digunakan. Salah satu tanda yang umum dirasakan adalah performa mesin yang mulai menurun. Mobil bisa terasa kurang responsif karena pasokan bahan bakar menuju mesin tidak lagi seoptimal kondisi normal. Meski demikian, pemilik kendaraan sebaiknya tidak menunggu munculnya gejala tersebut. Perawatan dapat dilakukan dengan membiasakan diri mengisi bahan bakar sebelum volumenya terlalu sedikit. Antrean kendaraan di salah satu SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, saat penerapan ganjil genap pengisian BBM, Minggu (13/9/2026). Jangan Biasakan Kosong Untuk menjaga sistem bahan bakar tetap bekerja dengan baik, pemilik mobil disarankan tidak menjadikan indikator BBM menyentuh posisi paling bawah sebagai patokan untuk mengisi bensin. Menjaga volume bahan bakar setidaknya sekitar seperempat tangki dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk membantu menjaga kinerja fuel pump. Selain itu, volume bahan bakar yang tidak terlalu sedikit juga membantu mengurangi kemungkinan endapan di dasar tangki teraduk dan ikut tersedot ke saluran bahan bakar. Dengan demikian, mengisi bensin sebelum tangki benar-benar kosong bukan hanya membuat kendaraan terhindar dari risiko kehabisan bahan bakar di jalan, tetapi juga dapat membantu menjaga sistem suplai bahan bakar tetap bekerja secara optimal.