— Memarkir mobil di luar ruangan saat cuaca panas membuat suhu kabin meningkat. Kondisi ini tidak hanya membuat interior terasa gerah, tetapi juga dapat mempercepat penurunan kualitas sejumlah material. Salah satu cara yang kerap dilakukan pemilik mobil untuk mengurangi panas di dalam kabin adalah membuka kaca jendela saat kendaraan diparkir. Namun, kaca mobil sebaiknya tidak dibuka terlalu lebar. Selain mempertimbangkan keamanan, bukaan yang terlalu besar juga dapat membuat debu, air hujan, atau benda asing lebih mudah masuk ke kabin. Hardianto, pemilik Classic Car Interior, mengatakan membuka kaca sedikit saat mobil diparkir di tempat terbuka dapat membantu sirkulasi udara di dalam kabin. Interior mobil listrik Toyota bZ4X “Boleh dibuka sedikit, jangan terlalu lebar. Tujuannya supaya udara tetap bersirkulasi dan panas di dalam kabin tidak terjebak,” kata Hardy kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut dia, panas yang terjebak di dalam kabin dapat memberikan dampak terhadap kondisi material interior apabila terjadi berulang kali. “Kalau mobil sering kena panas langsung, material seperti kulit atau sintetis bisa cepat kering. Lama-lama jadi kaku, bahkan retak,” ujar pria yang akrab disapa Hardy. Jangan Terlalu Lebar Membuka kaca memang dapat membantu pertukaran udara antara kabin dan lingkungan luar. Namun, pemilik mobil perlu melihat lokasi parkir sebelum melakukan cara tersebut. Namun jika kendaraan diparkir di tempat umum atau lokasi yang tidak terpantau, kaca sebaiknya tidak dibuka terlalu lebar. Celah yang terlalu besar dapat meningkatkan risiko keamanan. Aksi pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil kembali terjadi. Kali ini, sebuah Mitsubishi Xpander menjadi sasaran saat diparkir di kawasan BCBD Summarecon Bekasi, Sabtu (4/7/2026) sore. Selain itu, kondisi cuaca juga harus diperhatikan. Ketika hujan turun secara tiba-tiba, air bisa masuk melalui celah kaca dan membasahi bagian interior. Rawat Interior Pada mobil yang sering diparkir di bawah sinar matahari. Jok dan setir berbahan kulit, misalnya, dapat menjadi lebih kering jika terus-menerus terpapar panas. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan permukaan kulit menjadi kaku, retak, bahkan mengelupas. Hardy mengatakan pemilik mobil sebaiknya menggunakan cairan perawatan yang sesuai dengan material interior. “Jangan cuma dilap saja. Interior itu butuh perawatan, apalagi yang kulit. Perlu cairan khusus supaya tetap lembap dan tidak mudah pecah,” ujarnya.