Monaco Grand Prix selalu menjadi salah satu balapan paling bergengsi dalam kalender Formula 1. Selain terkenal karena kemewahan Monte Carlo dan tantangan sirkuit jalan rayanya yang sempit, ajang ini juga menyimpan banyak kisah menarik yang jarang diketahui penggemar. Melalui artikel yang ditulis oleh Katy Fairman, External Contributor untuk Mercedes-AMG PETRONAS Formula One Team, terungkap sejumlah fakta unik yang membuat Monaco Grand Prix berbeda dari balapan Formula 1 lainnya. 1. Pernah Hanya Tiga Mobil yang Berhasil Finis Monaco GP 1996 tercatat sebagai salah satu balapan paling kacau dalam sejarah Formula 1. Dari 21 mobil yang memulai balapan, hanya tiga yang berhasil mencapai garis finis akibat kombinasi hujan deras, kecelakaan, dan masalah teknis. Pemenangnya adalah Olivier Panis yang memulai balapan dari posisi ke-14, sebuah pencapaian yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu kemenangan paling mengejutkan di Formula 1. 2. Marshal Monaco Harus Menjalani Pelatihan Khusus Sekitar 650 marshal bertugas selama akhir pekan Monaco Grand Prix. Meski sebagian besar berstatus sukarelawan, mereka wajib mengikuti pelatihan khusus yang mencakup pertolongan pertama, penanganan kebakaran, keselamatan listrik, hingga prosedur pengibaran bendera. Standar tinggi ini membuat Monaco dikenal sebagai salah satu sirkuit dengan proses evakuasi dan penanganan insiden tercepat di dunia balap. 3. Pernah Ada Mobil Formula 1 Terjun ke Laut Pelabuhan Monaco yang menjadi salah satu ikon sirkuit ternyata pernah menjadi lokasi kecelakaan yang tidak biasa. Pada 1955, Alberto Ascari kehilangan kendali mobilnya setelah keluar dari terowongan dan terjun ke perairan pelabuhan. Beruntung, ia berhasil selamat dengan cedera ringan. Sepuluh tahun kemudian, insiden serupa juga dialami oleh Paul Hawkins. Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi pengingat betapa berbeda standar keselamatan Formula 1 pada masa lalu dibandingkan sekarang. 4. Sesi Latihan Dulu Digelar Hari Kamis Hingga musim 2022, Monaco memiliki jadwal yang berbeda dibandingkan seri Formula 1 lainnya. Sesi latihan bebas pertama dan kedua dilaksanakan pada hari Kamis, sementara Jumat menjadi hari jeda. Tradisi ini berkaitan dengan perayaan keagamaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun di wilayah tersebut. Kini Monaco mengikuti format akhir pekan standar Formula 1 dengan sesi latihan dimulai pada hari Jumat. 5. Hanya Ada Satu Duet Ayah dan Anak yang Sama-Sama Menang di Monaco Monaco dikenal sebagai salah satu balapan paling prestisius dalam dunia motorsport. Dalam sejarah Formula 1, hanya ada satu pasangan ayah dan anak yang sama-sama berhasil memenangkan Monaco Grand Prix, yaitu Keke Rosberg dan putranya, Nico Rosberg. Nico bahkan mencatat tiga kemenangan beruntun bersama Mercedes-AMG PETRONAS Formula One Team pada periode 2013 hingga 2015. Monaco Grand Prix bukan sekadar balapan jalan raya dengan pemandangan mewah dan deretan yacht bernilai fantastis. Di balik reputasinya sebagai salah satu ajang paling glamor di dunia, sirkuit ini menyimpan sejarah panjang, tradisi unik, serta berbagai kisah yang membuatnya tetap menjadi salah satu balapan paling ikonik dalam kalender Formula 1 hingga saat ini.