Sebuah minibus rombongan wisatawan asal Jombang, Jawa Timur, mengalami kecelakaan di jalur Apak Broto, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Rabu (17/12/2025). Kecelakaan lalu lintas tunggal itu terjadi di Jalan Raya Alternatif Gamaharjo–Prigi sekitar pukul 08.30 WIB. Wakapolsek Watulimo Ipda Bambang Prasetyo Basuki mengatakan, kendaraan yang terlibat merupakan minibus Toyota Avanza bernomor polisi AG 1842 PX. Minibus tersebut mengangkut enam orang penumpang yang tengah menuju objek wisata Pantai Prigi. “Minibus tersebut mengikuti arahan Google Maps untuk menuju lokasi wisata,” kata Bambang. Saat melintas di jalur Apak Broto, kendaraan diduga tak terkendali. Minibus kemudian keluar dari badan jalan dan terjun ke jurang sedalam sekitar 30 meter hingga terbalik. Personel Polsek Watulimo bersama unsur TNI dan masyarakat setempat segera menangani kejadian tersebut. Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan warga sekitar karena kondisi medan yang cukup terjal. Bambang memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dari dalam kendaraan dan mendapatkan penanganan awal di lokasi kejadian. Menanggapi peristiwa tersebut, praktisi keselamatan berkendara dan Direktur Pelatihan Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menilai kecelakaan kemungkinan besar terjadi di jalur turunan dengan laju kendaraan yang tidak tertahan. Akibatnya, mobil meluncur deras dan kehilangan daya cengkeram saat menghadapi tikungan. “Kalau melihat kecelakaannya, besar kemungkinan di turunan dan mobil meluncur deras akibat tidak adanya penahan laju. Sehingga ketika di depan jalurnya menikung, mobil tidak memiliki daya cengkeram untuk berbelok akibat overspeed, yang terjadi mobil lurus keluar jalur,” ujar Sony. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Sony menyarankan pengemudi melakukan perlambatan dengan menggunakan gigi rendah agar engine brake dapat bekerja, dibantu dengan pengereman secara bertahap. “Kenapa harus menggunakan engine brake? Karena engine brake menahan laju kendaraan tanpa gesekan, sehingga piringan rem dan minyak rem tidak cepat panas yang bisa berakibat rem blong. Memang teknik ini kurang dikuasai oleh pengemudi yang masih pemula,” kata dia. Polisi juga mengimbau pengendara, khususnya wisatawan dari luar daerah, agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur alternatif menuju kawasan wisata, terutama jalur ekstrem dengan kontur menurun dan berkelok. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang