— Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemerintah sedang merancang usulan insentif baru bagi sektor otomotif yang akan diajukan dalam kebijakan fiskal 2026. Agus menekankan bahwa dukungan fiskal bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan karena sektor otomotif memiliki efek berganda (multiplier effect) lewat keterkaitan rantai pasok hulu-hilir (backward dan forward linkage). “Sekarang kita sedang susun. Insentif otomotif itu menurut saya sebuah keharusan. Menumbuhkan sektor yang terlalu penting, sangat-sangat penting,” ujar Agus di Tangerang, Rabu (26/11/2025). Meski demikian, Agus belum membeberkan bentuk maupun mekanisme insentif yang tengah dirumuskan. Insentif otomotif baru sedang disiapkan pemerintah untuk kebijakan fiskal 2026 guna menjaga pertumbuhan dan percepatan elektrifikasi. “Jangan tanya jenisnya, jangan tanya bentuknya. Itu sekarang sedang disusun,” ucapnya. Diketahui, pemerintah telah memberikan sejumlah insentif bagi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), termasuk keringanan pajak-pajak tertentu, namun paket insentif tersebut dijadwalkan berakhir per 31 Desember 2025. Kondisi ini mendorong permintaan agar pemerintah menyiapkan kelanjutan atau penyesuaian kebijakan. Keputusan pemerintah dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan keberlanjutan investasi dan percepatan elektrifikasi di Indonesia. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang