Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi menyambut positif peluncuran Program Motor Listrik Nasional (Molinas) Kamis (13/8/2026). Budi menilai program ini menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah dalam mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di masyarakat. "Prinsipnya adalah Pak Prabowo atau pemerintah sekarang cukup serius untuk dorong ini ke masyarakat, karena menyangkut masalah subsidi BBM, kemudian lingkungan dan sebagainya," kata Budi kepada Kompas.com, Jumat (14/8/2026). Test ride motor listrik Alva N3 Siap Bantu Rumuskan Arah Kebijakan Budi menyebut, pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pejabat terkait untuk turut membantu merumuskan arah kebijakan Molinas ke depan. Menurutnya, keseriusan pemerintah dalam program ini juga akan memberi dampak positif bagi para pelaku industri motor listrik yang sudah lebih dulu eksis di Indonesia. "Justru ini kesempatan kita nanti. Jita ingin membantu, karena memang kalau kemudian ada keseriusan pemerintah, berarti juga efek positifnya kan ke kita juga," ujar Budi. Ia menambahkan, asosiasi siap memberikan masukan pemikiran untuk memperkuat rumusan program sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, mengingat pembangunan ekosistem motor listrik nasional yang utuh membutuhkan proses bertahap dan waktu panjang. Sejalan dengan Amanat Perpres Percepatan Kendaraan Listrik Budi menegaskan, dukungan penuh terhadap program ini juga sejalan dengan amanat regulasi yang sudah berjalan, yakni Peraturan Presiden tentang percepatan kendaraan listrik. Ia meyakini pemerintah akan konsisten memberikan insentif dan langkah percepatan bagi industri kendaraan listrik nasional. "Memang harus ada insentif-insentif yang diberikan, percepatan-percepatan yang diberikan," kata Budi. Ia berharap, insentif yang nantinya diberikan pemerintah untuk mendukung Molinas turut dirasakan secara merata oleh seluruh pelaku industri motor listrik, baik yang tergabung dalam program baru maupun yang sudah eksis sebelumnya. "Jadi yang motor listrik nasional dapat insentif, yang sekarang juga yang kita dapat insentif juga," ujar Budi. Wapres Gibran Kunjungi Pabrik Motor Listrik United di Tangerang Dorong Peningkatan TKDN Bertahap Dari sisi kesiapan industri, Budi menyebut rata-rata Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pelaku industri motor listrik di Indonesia saat ini berada di kisaran 40 persen, dengan target meningkat menjadi 60 persen pada tahun depan. Menurutnya, hal ini sejalan dengan harapan Presiden Prabowo agar sebagian besar komponen motor listrik nasional bisa diproduksi di dalam negeri. Budi menilai, sambutan Presiden dalam acara peluncuran turut memperjelas arah kebijakan, mulai dari sisi pembiayaan hingga komitmen pemerintah, yang menurutnya akan mendorong kesadaran masyarakat terhadap manfaat motor listrik. "Pidato Pak Presiden kemarin juga semakin jelas menyangkut masalah pembiayaan, policy, komitmen, dan sebagainya. Ini pasti akan memberikan efek yang positif untuk perkembangan dan pertumbuhan industri, serta penggunaan sepeda motor listrik di Indonesia," kata Budi.