Program Motor Listrik Nasional (Molinas) tidak hanya akan melibatkan dua merek yang saat ini sudah diperkenalkan pemerintah. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut bakal ada sekitar 10 merek motor yang berpotensi masuk dalam program tersebut. Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Atong Soekirman mengatakan, proses kurasi terhadap calon peserta Molinas masih berlangsung. Penyaringan dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditetapkan. “Yang mengkurasi, berkomunikasi dengan kriteria tertentu itu mereka (PT Len Industri),” ujar Atong saat ditemui di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Presiden RI Prabowo Subianto meninjau fasilitas produksi Molinas di PT ALVA serta pameran sejumlah motor listrik buatan dalam negeri di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026) TKDN Minimal 60 Persen Menurut Atong, jumlah merek motor listrik di Indonesia saat ini mencapai sekitar 69 merek. Namun, tidak semuanya dapat mengikuti program Molinas. “Yang jelas dari 69 (merek motor listrik) kan banyak ya. Tapi yang (masuk) kriteria, yang TKDN komitmen sampai 60 persen,” katanya. Ia menjelaskan, calon peserta Molinas harus memiliki basis produksi di Indonesia. Artinya, merek tersebut bukan hanya memasarkan kendaraan listrik di dalam negeri, tetapi juga mempunyai fasilitas produksi lokal. “Jadi mereka adalah pabrikan lokal, pabriknya di sini lokal,” ucap Atong. Pabrik motor listrik Alva di Cikarang, Jawa Barat. Baru Alva dan Gesits yang Masuk Molinas Sampai saat ini, baru dua merek yang secara resmi diperkenalkan dalam program Molinas, yakni Alva dan Gesits. Keduanya menjadi bagian dari peluncuran awal program yang digagas untuk membangun ekosistem kendaraan listrik nasional. Atong menegaskan, daftar sekitar 10 merek tersebut belum final. Pemerintah masih melakukan kaijan untuk menentukan merek yang memenuhi persyaratan dan dapat berpartisipasi dalam program tersebut. “Jadi (Molinas) ini belum final, masih exercise,” kata dia. Presiden Prabowo Subianto saat acara pluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) pada Kamis (13/8/2026). Program Molinas diluncurkan pada 13 Agustus 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat industri kendaraan listrik nasional. Program ini digagas Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama PT Len Industri. Molinas dirancang tidak sekadar menghadirkan merek motor listrik nasional, tetapi membangun ekosistem yang mencakup industri kendaraan, baterai, pembiayaan, hingga penyerapan pasar. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meresmikan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (Alva), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Dengan kriteria TKDN yang diarahkan mencapai 60 persen serta kewajiban memiliki fasilitas produksi lokal, program Molinas diharapkan dapat meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri sekaligus memperkuat rantai pasok industri motor listrik Indonesia.