Pemerintah masih mematangkan skema pemberian insentif untuk motor listrik produksi dalam negeri. Meski demikian, anggaran untuk program tersebut disebut telah tersedia. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keputusan mengenai pemberian insentif pada prinsipnya sudah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto. “Skemanya sedang dimatangkan, tapi kan tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada,” ujar Airlangga ketika dijumpai setelah Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (18/8/2026). Menurut Airlangga, skema insentif nantinya akan disesuaikan dengan ekosistem motor listrik yang sedang dibangun pemerintah. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penggunaan dan rantai pasok baterai. Gesits GV1 akhirnya resmi diperkenalkan ke publik dalam ajang Jakarta Fair 2025 Pemerintah pun mulai mengarah pada produk motor listrik yang telah diproduksi oleh perusahaan di dalam negeri. “Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits,” kata Airlangga. Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik Rencana pemberian insentif tersebut sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat. Prabowo mengumumkan pemerintah akan memberikan insentif bagi perusahaan Indonesia yang mampu memproduksi hingga satu juta unit motor listrik di dalam negeri. Exotic Sprinter AT jadi motor listrik termurah di GIIAS dengan banderol Rp 9,9 juta. “Hari ini kita umumkan, kita akan berikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia,” kata Prabowo. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat elektrifikasi sektor transportasi sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Prabowo menjelaskan, program insentif tersebut memiliki sejumlah tujuan. Selain membuat harga kendaraan listrik lebih terjangkau bagi masyarakat, kebijakan ini juga diharapkan dapat menekan konsumsi bahan bakar impor. Peluncuran program Motor Listrik Nasional (Molinas) oleh Presiden RI Prabowo Subianto Target lainnya adalah memperbesar industri motor listrik nasional secara menyeluruh, termasuk pengembangan rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, hingga layanan purnajual. Pemerintah Dorong Industri Motor Listrik Nasional Sebelumnya, Prabowo juga meresmikan motor listrik nasional buatan dalam negeri beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8). Pada kesempatan tersebut, Prabowo menyoroti keberanian pelaku usaha swasta yang mengambil risiko untuk membangun industri motor listrik nasional. Gesits G1 DLX Smart Key Langkah tersebut dinilai tidak mudah, mengingat produsen lokal harus menghadapi persaingan dengan motor listrik buatan China, Jepang, dan Korea Selatan yang lebih dulu memiliki ekosistem serta kekuatan industri. Pemerintah berharap, keberadaan insentif dapat mempercepat pertumbuhan industri kendaraan listrik roda dua di dalam negeri. Prabowo juga menilai Indonesia sebenarnya telah memiliki hampir seluruh unsur penting yang dibutuhkan untuk membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik. Potensi tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi untuk memperkuat industri motor listrik nasional, dari tahap produksi hingga pengembangan ekosistem pendukungnya.