Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menegaskan bahwa industri tidak lagi menjadikan skema subsidi pembelian sebagai tumpuan utama pertumbuhan pasar motor listrik pada 2026. Ketua Umum Aismoli, Budi Setiyadi, mengatakan bahwa pihaknya kini lebih realistis dan mengarahkan harapan pada dukungan kebijakan non-fiskal dari pemerintah daerah maupun pusat. “Kemarin kami susun tiga skema: optimis, moderat, dan satu lagi skema pertengahan. Skema optimis dipertimbangkan kalau ada subsidi. Tapi sampai sekarang pemerintah belum menyampaikan. Kami juga tidak terlalu berharap,” ujar Budi, kepada Kompas.com, Senin (5/1/2026). Motor listrik subsidi paling murah “Kalau sama seperti 2025 (tanpa subsidi), target (penjualan) 75.000 unit (pada 2026) saja sudah cukup bagus. Tapi kalau kita lakukan berbagai strategi, kami optimis bisa sampai minimal 100.000 unit,” kata dia. Budi juga mengatakan bahwa Aismoli tidak lagi menjadikan subsidi sebagai prioritas dalam usulan kebijakan industri. “Kami tidak menyentuh subsidi lagi. Pemerintah sedang fokus menangani Sumatera, MBG juga masih butuh biaya besar. Jadi sepertinya tahun ini tidak ada pergerakan ke sana,” ucap Budi. Polytron Fox R Menurutnya, arah kebijakan yang lebih memungkinkan adalah dukungan berbasis fasilitas dan kemudahan penggunaan kendaraan listrik di ruang publik. Ia menjelaskan bahwa bentuk dukungan yang dinilai paling relevan saat ini adalah insentif non-fiskal, terutama melalui peran pemerintah daerah. “Kalaupun pemerintah membantu, mungkin insentif non-fiskal saja. Jadi mendorong kepada Kabupaten/Kota untuk menggunakan kendaraan operasional motor listrik,” kata Budi. Motor listrik di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2023). Pemerintah akan melanjutkan subsidi motor listrik. “Atau kemudian mulai memberikan insentif non fiskal pembebasan parkir di tengah kota, atau mungkin jalan khusus sepeda motor listrik dan sebagainya,” ujarnya. Dengan pendekatan tersebut, Aismoli berharap adopsi motor listrik tetap tumbuh secara bertahap melalui ekosistem penggunaan yang lebih ramah bagi konsumen, bukan semata bergantung pada stimulus pembelian dari pemerintah pusat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang