Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai tidak hanya perlu berorientasi pada pasar perkotaan, tetapi juga menyasar wilayah luar Pulau Jawa dan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, perlu ada segmentasi pasar yang jelas agar kehadiran Molinas tidak sekadar menambah kepadatan lalu lintas di kota-kota besar di Pulau Jawa. Menurut dia, wilayah nonperkotaan hingga daerah perbatasan dan 3T justru dapat menjadi pasar potensial bagi motor listrik nasional. "Pasar non perkotaan, mengarahkan penetrasi ke wilayah luar Jawa, daerah perbatasan, pedesaan, serta daerah 3T dapat memberikan blue ocean strategy bagi motor listrik nasional," ujar Djoko, dalam keterangan resminya, Rabu (12/8/2026). Peluncuran program Motor Listrik Nasional (Molinas) oleh Presiden RI Prabowo Subianto Potensi Pasar di Luar Jawa Djoko menilai, pemanfaatan motor listrik di luar wilayah perkotaan tidak hanya berkaitan dengan penjualan kendaraan. Kehadiran kendaraan listrik juga berpotensi mendukung efisiensi operasional masyarakat dan kegiatan ekonomi di daerah. Salah satu peluang tersebut terdapat di wilayah penghasil mineral maupun daerah yang memiliki aktivitas operasional dan logistik cukup tinggi. "Efisiensi logistik daerah, di wilayah-wilayah penghasil mineral, seperti Morowali, Halmahera, Siak, Meranti, Natuna, Anambas, Papua, atau pusat operasional daerah, penghematan biaya bahan bakar minyak (BBM) menggunakan motor listrik memberikan nilai ekonomis yang signifikan bagi masyarakat lokal," kata Djoko. Menurut Djoko, karakteristik penggunaan kendaraan di wilayah tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan segmen pasar Molinas. Pabrik motor listrik Alva berada di Kawasan Delta Mas, Cikarang. Motor listrik dapat diarahkan untuk kebutuhan mobilitas masyarakat, operasional pemerintahan daerah, hingga kegiatan logistik jarak dekat yang membutuhkan biaya operasional lebih efisien. Berpotensi Ubah Peta Persaingan Selain membuka pasar baru, Djoko menilai program Molinas memiliki peluang untuk memperkuat industri kendaraan nasional. Program tersebut juga dinilai dapat mengubah peta persaingan di pasar roda dua Indonesia. Menurut dia, pengembangan motor listrik nasional dapat menjadi momentum untuk meningkatkan keterlibatan industri dalam negeri, terutama jika didukung dengan ekosistem yang kuat. Peluncuran program Motor Listrik Nasional (Molinas) oleh Presiden RI Prabowo Subianto "Namun, keberhasilannya bergantung pada bagaimana pemerintah dan pelaku industri mengelola sejumlah variabel kunci," ujarnya. Variabel tersebut menjadi penting karena pengembangan Molinas tidak hanya bergantung pada kemampuan memproduksi kendaraan. Ketersediaan ekosistem pendukung, strategi pemasaran, infrastruktur pengisian daya, hingga kesesuaian produk dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah juga akan menentukan tingkat penerimaannya. Karena itu, fokus terhadap pasar nonperkotaan dan wilayah luar Jawa dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas penggunaan motor listrik nasional. Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang agar Molinas tidak hanya bersaing di pasar kendaraan roda dua perkotaan yang sudah padat, tetapi juga menciptakan pasar baru di wilayah yang selama ini belum menjadi fokus utama penetrasi kendaraan listrik.