Pasar kendaraan roda dua berbasis baterai di tanah air semakin semarak dengan hadirnya pemain baru asal Vietnam, VinFast E-Motorcycle. Kehadiran merek dari negara tetangga ini menambah deretan opsi motor listrik bagi konsumen yang ingin beralih ke mobilitas ramah lingkungan. Menanggapi masuknya merek baru tersebut, Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menyambut positif, sekaligus menyampaikan pintu terbuka bagi VinFast untuk bergabung dalam wadah asosiasi demi memperkuat industri nasional. Komparasi motor listrik Polytron Fox 350 dan VinFast Evo Harapan Aismoli untuk Pemain Baru Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi, mengungkapkan bahwa sejauh ini pihak produsen asal Vietnam tersebut belum secara resmi terdaftar sebagai anggota asosiasi. Kendati demikian, Aismoli berharap mereka segera mengambil langkah untuk bergabung. Sebagai pendatang baru dari luar negeri yang akan mengarungi pasar domestik, berjalan sendirian dinilai kurang ideal. Bergabungnya pabrikan ke dalam asosiasi akan memudahkan koordinasi, pertukaran informasi regulasi, serta penyelarasan program edukasi publik. "Bagusnya jangan sendirian, mereka gabung saja di kita. Karena sepeda motor listrik di Indonesia ini kan masih barang baru, jadi mari kita berjuang bareng-bareng untuk bisa mengedukasi masyarakat," ujar Budi kepada Kompas.com, Minggu (19/7/2026). Jangan Anggap Kompetitor Sebagai Lawan Budi menekankan bahwa fase perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia saat ini membutuhkan pendekatan kolaboratif. Seluruh pelaku industri sebaiknya tidak saling memandang sebagai kompetitor yang saling menjatuhkan. Sebaliknya, pada tahap awal penetrasi pasar ini, para pemegang merek perlu bergandengan tangan untuk membangun fondasi kepercayaan publik terhadap keandalan motor listrik secara umum. "Kita di awal ini mungkin harus bergandengan tangan semuanya dulu. Jangan lebih mengutamakan jualan, bisnis, atau untung semata. Kita harus bersama-sama untuk membangun kepercayaan," ucap Budi. Tiga motor listrik baru VinFast di Indonesia Utamakan Keselamatan, Bukan Perang Harga Murah Selain imbauan untuk berkolaborasi, Aismoli juga mengingatkan seluruh produsen agar tidak terjebak dalam arus strategi perang harga murah yang berpotensi mengorbankan kualitas kendaraan. Faktor daya tahan produk dan jaminan keselamatan berkendara harus tetap menjadi panglima tertinggi. Menjual kendaraan listrik asal laku dengan harga murah tanpa memperhatikan standar regulasi yang berlaku justru dapat merusak citra industri motor listrik di mata masyarakat dalam jangka panjang. "Mobilitas itu keselamatan harus diutamakan. Motornya juga harus menjamin, jangan jual asal murah yang penting laku tapi mengabaikan keselamatan. Kita punya undang-undang dan regulasi yang harus dijaga bersama," kata Budi.